Travel

Video Wanita Makan Sup Kelelawar di Restoran Mewah saat Heboh Kasus Virus Corona Viral di Medsos

Virus Corona sedang menjadi perbincangan akhir akhir ini, karena dianggap bisa membahayakan nyawa. Virus yang mulai menyebar di kawasan Asia ini diperkirakan bisa menular lewat bersin atau batuk. Virus Corona yang merebak diduga berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Seafood Huanan, Wuhan, China.

Rupanya, kelelawar memang menjadi hidangan ekstrem yang lazim dikonsumsi warga Tiongkok. Hingga saat ini, Wuhan, sebagai tempat asal virus corona telah diisolasi sehingga virusnya tidak menular pada wisatawan. Di tengah heboh kasus virus corona, baru baru ini beredar video seorang wanita mangonsumsi sup kelelawar.

Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita Asia makan kelelawar utuh di sebuah restoran. Video itu pun viral di media sosial, mengingat virus corona yang diyakini berasal dari mamila terbang tersebut. Para ilmuwan khawatir virus itu menyebar ke manusia dari ular atau kelelawar.

Seorang virologis China ternama, yang membantu mengatasi epidemi SARS di Asia tahun 2003, telah memperingatkan virus corona sebagai virus jenis baru yang mematikan dari China. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kelelawar digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk batuk, malaria dan gonore. Kotoran kelewar bahkan diyakini bisa menyembuhkan penyakit mata, kata ahli medis Tiongkok kuno, Ben Cao Gang Mu.

Video viral wanita makan sup kelelawar ini pertama kali dibagikan di media sosial populer China, Weibo. Dalam video tersebut, terlihat wanita muda berpakaian modis memegang kelelawar dengan sumpit saat menggigit satu sisi sayap mamalia terbang tersebut. Terdengar suara seorang pria di dekatnya yang mengatakan sesuatu dalam Bahasa Mandarin yang artinya, "makanlah dagingnya, jangan cuma makan kulitnya!"

"Kamu harus makan daging di punggungnya," seru pria tersebut yang terdengar dalam video. Video viral kedua diposting oleh blogger China ternama, Chen Qiushi di Twitter. Video postingannya menunjukkan kelelawar yang sudah matang tampak seperti tersenyum (memamerkan gigi) dan ditempatkan di sebuah mangkuk besar berisi kuah kaldu.

Melalui postingannya di akun Twitter @chenqiushi404 itu, ia mengatakan, "Setelah kasus ini (virus corona), bisakah orang Tionghoa berhenti makan satwa liar?" Peristiwa menyedihkan ini bahkan harus melanda negara yang tahun ini akan merayakan hari besar. Dampaknya, perayaan Tahun Baru Imlek di Beijing telah dibatalkan oleh pemerintah setempat.

Otoritas di Ezhou juga menutup stasiun kereta api. Sementara wilayah Huanggang telah mengumumkan akan menangguhkan bus umum, kereta api, bioskop dan kafe internet agar berhenti beroperasi. Penduduk Wuhan pun dilarang bepergian ke luar kota.

Padahal, Tahun Baru Imlek menjadi momen bagi warga Tionghoa untuk mudik ke kampung halaman. Pejabat China mendisinfeksi seluruh jalan dan taman. Seorang penduduk mengatakan kepada BBC, suasana di kota itu terasa seperti 'akhir dunia'.

Wisatawan telah menyebarkan virus corona ke tujuh negara, termasuk Amerika Serikat. Para petugas kesehatan Eropa khawatir virus itu menjangkit penduduk Benua Biru, sehingga beberapa negara sudah dalam siaga tinggi.

Indonesia hingga Inggris Diselimuti Warna Merah 5 Perayaan Imlek di Berbagai Negara Dunia

Previous article

Mulai Meningkatkan Mood hingga Menjaga Ego 7 Manfaat Olahraga Bersama Pasangan

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *