Internasional

Toko Ritel di Brasil dari Dibuka Kembali setelah 2 Bulan Ditutup karena Virus Corona

Toko toko ritel di Sao Paulo kembali dibuka, Rabu (10/6/2020) setelah dua bulan ditutup karena pandemi menyebar di kota terbesar Brasil. Moda transportasi seperti bus dan kereta bawah tanah penuh sejak sejak awal hari, dan banyak orang mengabaikan aturan jarak sosial. Dengan catatan, toko toko mewajibkan pelanggan menggunakan masker dan membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam toko.

Sementara itu, pertokoan di mal akan tetap ditutup hingga Kamis (11/6/2020). Sebagaimana diketahui, Brasil merupakan negara di Amerika Latin yang paling terpukul oleh pandemi virus corona. Brasil telah mencatat lebih dari 37.000 kematian sejauh ini.

Di negara bagian, Sao Paulo sendiri, kasus kematian mendekati 10.000 jiwa. Sekira setengahnya dilaporkan di kota metropolis dengan 12 juta penduduk. Pada Rabu, Sao Paulo melaporkan rekor peningkatan harian korban jiwa dalam 24 jam.

Kota Sao Paulo sendiri telah melihat sedikit penurunan dala tingkat hunian tempat tidur di unit perawatan intensif, menjadi sekira 70 persen. Tetapi banyak spesialis kesehatan menyarankan agar kota tersebut tidak dibuka kembali. Mereka menegaskan penularan virus corona masih terus meningkat di kota itu, meski pun pada tingkat yang lebih lambat.

Negara Amerika Latin ini telah mencatat lebih dari 700.000 infeksi, tetapi karena pengujian tidak memadai, jumlahnya diyakini jauh lebih tinggi. Lebih dari 37.000 orang telah meninggal di Brasil. Angka tersebut tercatat sebagai korban kematian tertinggi ketiga di dunia.

Dengan menggunakan data dari sumber sumber alternatif, media Brasil mulai menerbitkan angka infeksi virus corona dan memberikan informasi kepada publik. Mereka mengkritik Bolsonaro karena penanganannya terhadap pandemi. Di mana Bolsonaro dilaporkan sebelumnya menentang tindakan penguncian dan meremehkan virus sebagai flu ringan.

Secara terpisah, hanya AS yang memiliki lebih banyak infeksi virus corona daripada Brasil. Para ahli kesehatan mengatakan, infeksi diperkirakan akan meningkat lebih tinggi karena wabah masih belum mencapai puncaknya, Hal ini meningkatkan kekhawatiran lebih parah di rumah sakit.

Bulan lalu, angka kematian Brasil melampaui Italia, dan menempatkan negara tersebut negara nomor tiga di dunia. Meski virus corona tercatat pertama kali di Wuhan, China, tapi kini Amerika Serikat (AS) menjadi urutan pertama yang memiliki jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia. Menurut data terbaru di worldometers.info, Brasil ada di posisi ke 2 dunia mengonfirmasi infeksi virus corona sebanyak 775,184 jiwa.

Sedangkan total kasus virus corona di AS telah menembus angka 2,066,508 pasien. Sementara, total kematian di AS mencapai 115,137 jiwa dan pasien sembuh ada 808,551 orang. Dengan angka tersebut, AS menempati posisi pertama total kasus secara global.

Jumlah infeksi virus corona di Rusia hari ini mencapa 493,657 kasus. Kemudian di peringkat ke 4, Inggris melaporkan 290,143 infeksi yang dikonfirmasi. Diperingkat ke 6, India mencatat 287,155 kasus yang dikonfirmasi.

Lebih jauh, China yang merupakan pusat wabah virus corona pertama kali dideteksi, berada di posisi ke 18 dengan total 83.057 orang telah terinfeksi. Setidaknya ada 213 negara atau kawasan yang terinfeksi virus corona, ditambah dua kasus dari kapal pesiar, yakni Diamond Princess dan MS Zaandam. Adapun virus corona kini telah menjangkiti setidaknya 7,461,273 orang di dunia.

Warga yang dinyatakan sembuh sebanyak 3,780,018 pasien, sedangkan 419,072orang dinyatakan meninggal dunia.

Pentingnya Sinkronisasi Data dalam Pengambilan Kebijakan Pembangunan

Previous article

Titip Pesan Ini buat Krisdayanti Aurel Hermansyah Ceritakan Momen Terberatnya hingga Buat Trauma

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *