Internasional

Terungkap Kebetulannya Ini 5 Fakta Postingan Ular Raksasa Dibunuh di Amazon 4 Tahun Berlalu

Cerita viral hari ini tentang penemuan fakta fakta terkait postingan viral soal ular raksasa. Postingan itu telah dibagikan hingga 124 kali, menyebut ular raksasa di Amazon berhasil dibunuh setelah pertarungan 37 hari. Namun benarkah postingan itu? Berikut cerita selengkapnya.

Pengguna Facebook bernama Ramakant Kajaria mengunggah foto beserta sebuah cerita yang lantas menjadi viral luar biasa. Dalam unggahannya yang diposting pada 12 Juli 2015, Ramakant Kajaria membagikan gambar ular raksasa di hutan dengan banyak orang mengelilinginya. Melalui caption unggahan, Ramakant Kajaria menyertakan sebuah cerita 'menjual'.

Ia menyebut bahwa ular raksasa di foto adalah Anaconda terbesar di dunia yang ditemukan di sungai Amazon Afrika. Ular ini telah membunuh 257 manusia dan 2325 hewan. Panjangnya mencapai 134 kaki dengan berat 2067 kg.

Namun Pasukan Komando Kerajaan Inggris di Afrika akhirnya membunuhnya. Dibutuhkan waktu 37 hari untuk 'bertarung' sampai ular raksasa benar benar terbunuh. Sebuah narasi menarik yang sontak mencuri perhatian banyak orang.

Unggahan Ramakant Kajaria segera viral dan dishare pengguna Facebook lain. Bahkan meski diposting 4 tahun yang lalu, unggahan itu masih sering dibagikan di media sosial. Tercatat, hingga artikel ini dimuat, postingannya sudah 124 ribu kali dibagikan.

Namun benarkah cerita ini? Dikutip dari India Today edisi 10 Oktober 2019, setelah 4 tahun berlalu baru terungkap fakta faktanya. India Today Anti Fake News War Room (AFWA) menemukan postingan Ramakant Kajaria sepenuhnya salah.

Tidak hanya fotonya, tapi narasi yang dibagikan juga tidak benar. Berikut 5 fakta temuan AFWA sebagai bukti bahwa postingan Ramakant Kajaria adalah hoaks. 1. Sungai Amazon tidak berada di Afrika, tapi di Amerika Selatan.

2. Tidak ada satu pun berita yang bisa dipercaya yang menyebut ular sebesar itu telah membunuh manusia dan hewan sebanyak itu. 3. Tidak ada lembaga yang disebut komado kerajaan Inggris Afrika. 4. Gambar ular tidak menunjukkan tanda tanda perjuangan atau luka, padahal disebut butuh 37 hari untuk bertarung dengannya.

5. Menurut National Geography, Green Anaconda, yang dianggap sebagai ular terbesar di dunia, memiliki panjang 30 kaki. Tetapi postingan viral mengklaim bahwa ular itu panjangnya 134 kaki. Tak hanya itu, gambar viral ini juga diketahui merupakan hasil dari Photoshop.

Tepi kabur yang terlihat pada ular jelas menjadi bukti bahwa gambar itu hanya manipulasi. Dengan menggunakan reverse image search, gambar yang asli bisa kita temukan. Berikut adalah gambar aslinya:

AFWA menyimpulkan bahwa postingan viral ini merupakan cerita matang yang disampaikan di media sosial selama bertahun tahun. Ada beberapa video dan gambar serupa yang beredar di internet. Tapi organisasi pemeriksa fakta internasional Snopes juga telah membantahnya.

Salah satu yang viral adalah temuan bangkai<span></span>ular<span></span>berkaki di lokasi karhutla kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Diberitakan<span></span>Kompas.com<span></span>Jumat (20/9/2019) pagi, ular tersebut tampak memiliki dua kaki di bagian ekor. Anggota Manggala Agni Daops Rengat, Maidi, pun mengataka bahwa pihaknya menemukan<span></span>ular berkaki<span></span>di lahan yang terbakar.

"Tim kami pulang duluan, karena sudah malam. Ternyata tim TNI menemukan ular berkaki mati di lokasi. Aku pun kaget setelah nengok videonya. Karena jarang ada ular berkaki," kata Maidi. Berkaitan dengan bangkai ular berkaki ini, Kompas.com mencoba menghubungi alhi herpetologi (reptil dan amfibi) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy. Amir menegaskan, itu bukan ular berkaki tapi hemipenis ular.

"Itu bukan kaki, itu adalah hemipenis dari ular ya. Hemipenis itu alat kelamin ular jantan," kata Amir kepada<span></span>Kompas.com<span></span>melalui sambungan telepon, Jumat (20/9/2019). "Kalau manusia punya penis, ular jantan punya hemipenis," imbuh Amir. Amir menjelaskan, semua jenis ular jantan memiliki hemipenis.

Berbeda dengan pria yang memiliki satu penis, ular jantan memiliki dua hemipenis yang terletak di pangkal ekor. "Semua ular jantan punya hemipenis, jadi ini bukan kejadian langka atau yang wah," kata dia. Untuk diketahui, hemipenis ular akan keluar pada saat ular kawin, saat ular masih hidup kemudian dipencet maka hemipenis juga bisa keluar, atau saat mati karena terbakar seperti yang ditemukan di Riau.

"Saat ular mati terbakar, otot otot hemipenis akan kontraksi sehingga hemipenisnya keluar," jelas Amir. Meski demikian, Amir tidak dapat mengidentifikasi jenis ular apakah itu, karena kondisinya yang sudah hangus terbakar.

Ayah Cabuli Anak Kandungnya selama 20 Tahun hingga Korban Lahirkan 6 Anak

Previous article

Perubahan Warna Langit Jadi Pertanda? Topan Hagibis Terjang Jepang Hingga Tewaskan 4 Orang

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *