Nasional

Terpidana Bom Bali Umar Patek Bersyukur Istrinya Resmi Jadi WNI

Pemerintah Indonesia mengabulkan permohonan Ruqayyah binti Husein Luceno, istri narapidana (Napi) terorisme Umar Patek, menjadi warga Negara Indonesia (WNI), Rabu (20/11/2019). Wanita warga Filipina tersebut menjadi WNI setelah pemerintah melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menerbitkan surat bernomor M.HH 16.AH.10.01 THN 2019 tentang Kewarganegaraan Repulik Indonesia atas nama Gina Gutierez Luceno. Surat keputusan tersebut diserahkan langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius kepada Umar Patek dan istrinya di Lapas Kelas 1 Surabaya, Porong, Sidoarjo.

Menurut Suhardi Alius, pengabulan permohonan kewarganegaraan Indonesia dari Gina Guiterez tersebut berdasarkan pertimbangan kemanusiaan serta asas pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. "Sebagai Warga Negara Asing (WNA) ia diketahui telah tinggal dan menetap di Indonesia sejak bulan Juni tahun 2009. BNPT dan Kementerian Hukum dan HAM bekerja sama membantu proses pemberian kewarganegaraan istri dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atas nama Umar Patek," katanya. Penyerahan keterangan tersebut, sebut dia, sebagai bentuk negara yang memperhatikan hak hak WBP Tindak Pidana Terorisme yang utamanya telah membantu pemerintah dalam menanggulangi terorisme.

Proses kepindahan kewarganegaraan Ruqayyah binti Husein Luceno atau Gina Gutierez Luceno membutuhkan waktu sekitar delapan tahun. Istri narapidana teroris (napiter) Hisyam Bin Alizen alias Umar Patek tersebut mengajukan permohonan menjadi warga negara Indonesia (WNI) sejak tahun 2011. "Setelah melalui proses panjang, akhirnya permohonan itu bisa dikabulkan," Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius.

Proses panjang itu diantaranya melakukan kajian dan berbagai pertimbangan. Bahkan, proses ini juga melibatkan semua kementerian terkait. Termasuk BIN, Densus 88, kejaksaan dan beberapa institusi lain.

"Sekitar 2,5 tahun lalu saya ketemu Umar Patek dan ditanya tentang pengajuan ini. Kemudian saya bentuk tim khusus untuk melakukan kajian," kata Suhardi Alius. Hingga akhirnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menerbitkan surat bernomor M.HH 16.AH.10.01 THN 2019 tentang Kewarganegaraan Repulik Indonesia Atas Nama Gina Gutierez Luceno. Istri napiter yang selama ini tinggal di dekat Lapas di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo tersebut pun kini resmi menjadi WNI.

"Kami berharap Umar Patek dan istri agar menjaga kepercayaan ini. Termasuk membuktikannya dengan sikap sehari hari, benar benar cinta Indonesia," katanya. Umar Patek menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah mengabulkan permohonan istrinya untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNl). Pria asal Jawa Tengah bernama asli Hisyam bin Ali Zein itu berterimakasih kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius bersama timnya yang telah membantu proses permohonan itu.

"Saya bersyukur atas karunia Allah, terutama atas terkabulkannya permohonan istri saya menjadi warga Indonesia. Terimasih kepada pemerintah Indonesia dan Kepala BNPT serta tim yang telah membantu mengurus prosesnya," kata Umar Patek usai menerima SK kewarganegaraan istrinya di Lapas I Surabaya di Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019). Pihaknya berjanji akan menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah Indonesia. Bahkan, terpidana kasus terorisme selama 20 tahun itu mengaku hal ini bakal menjadikan kepercayaan tersebut sebagai langkah hijrah untuk lebih nyaman beribadah dan sebagai motivasi untuk lebih mencintai NKRI.

"Jasa istri dan keluarga besar sangat sangat besar bagi saya. Bukan cuma proses deradikalisasi, tapi sejak awal saya terkait masalah ini mereka yang merangkul saya. Mendampingi dan memberi motivasi saya untuk kembali ke NKRI," katanya. Setelah ini, pihaknya juga mengaku bersiap untuk lebih aktif dan terus mengajak teman temannya yang masih memiliki pemahaman terorisme untuk kembali ke jalan yang benar. Sebagaimana diajarkan agama Islam, selalu cinta terhadap bangsa dan negara.

Umar Patek adalah napi teroris yang divonis hukuman penjara selama 20 tahun atas kasus teror Bom Bali pada tahun 2002. Diperkirakan, dia akan bebas dari penjara pada tahun 2031 mendatang. Namun jika dirinya terus bersikap baik dan bisa sering dapat remisi, hukumannya pun bakal lebih singkat.

"Selama tiga tahun terakhir sudah sekitar 10 bulan dapat remisi. Termasuk remisi khusus dan sebagainya," kataUmar Patek usai menerima SK kewarganegaraan istrinya.

Hari Ini Ade Armando Penuhi Panggilan Polisi Unggah Gambar Meme Joker Anies Baswedan

Previous article

Global NAMA Foundation & Wafaa Gelar Program ‘Uni Here I Come’ buat Pelajar Indonesia

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *