Internasional

Seorang ABK WNI Kapal Long Xing 629 Meninggal Dunia di Busan karena Pneumonia

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengkonfirmasi bahwa ada satu orang anak buah kapal (ABK) warga negara (WNI) lagi yang meninggal dari Kapal Long Xing 629. Satu ABK WNI tersebut meninggal setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit Busan, Korea Selatan. Kemlu RI dalam keterangannya Kamis (7/5/2020) menyatakan ABK tersebut meninggal dikarenakan pneumonia.

KBRI Seoul saat ini tengah mengupayakan jenazah ABK WNI berinisial 'E'. "KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal a.n. E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia," dikutip dari keterangan Kemlu RI. Pemerintah Indonesia menyatakan keseriusannya atas permasalahan yang dihadapi ABK WNI berbendera China itu dan akan memanggil Duta Besar China untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

"Baik melalui perwakilan Indonesia di Selandia Baru, RRT dan Korea Selatan maupun di Pusat, memberi perhatian serius atas permasalahan yang dihadapi anak kapal Indonesia di kapal ikan berbendera RRT Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korsel," Kapal berbendera RRT Long Xin 605 dan Tian Yu 8 dikabarkan membawa 46 awak kapal WNI dan 15 diantaranya berasal dari Kapal Long Xin 629. Diantara 15 WNI tersebut termasuk ABK WNI berinisial E, yang meninggal di Busan setelah mendapatkan perawatan.

Sebelumnya sebuah sumber menyebut, ada 18 ABK asal Indonesia bekerja di kapal Longxing 629 yang mengarungi laut lepas sejak setahun lalu. Selama di tengah laut, ada 3 ABK yang meninggal dunia karena sakit dan jasadnya dibuang ke laut. KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020.

Sebanyak 14 awak kapal Long Xing lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal a.n. E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia. Adapun 20 awak kapal lainnya dikabarkan melanjutkan bekerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Sebuah video yang dipublikasikan oleh media Korea Selatan memperlihatkan bagaimana jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal China dilempar ke tengah laut. Video yang dirilis oleh stasiun MBC itu diulas oleh Youtuber Jang Hansol di kanal nya, Korea Reomit, pada Rabu waktu setempat (6/5/2020). Dalam video itu, kanal MBC memberikan tajuk "Eksklusif, 18 jam sehari kerja. Jika jatuh sakit dan meninggal, lempar ke laut".

"Video yang akan kita lihat habis ini adalah kenyataan pelanggaran HAM orang Indonesia yang bekerja di kapal China," ujar Hansol menirukan penyiar tersebut. Dalam video itu, disebutkan MBC mendapatkan rekaman itu setelah kapal tersebut kebetulan tengah bersandar di Pelabuhan Busan. Berdasarkan terjemahan yang disampaikan oleh Hansol, orang orang Indonesia itu meminta bantuan kepada pemerintah Korea Selatan dan media setempat.

Pada awalnya, pihak televisi tidak bisa memercayai rekaman tersebut. Apalagi ketika hendak dilakukan pemeriksaan, kapal itu disebutkan sudah kembali berlayar. Dalam terjemahan yang dipaparkan Hansol, pihak televisi menyatakan dibutuhkan adanya penyelidikan internasional untuk memastikan kabar itu. Dalam berita, video itu disebutkan bertanggap 30 Maret di Samudera Pasifik bagian barat, di mana terdapat sebuah kotak dibungkus kain merah.

Berdasarkan terjemahan dari Hansol, kotak yang ditempatkan di geladak kapal adalah Ari, pria yang berusia sekitar 24 tahun. Disebutkan bahwa dia sudah bekerja lebih dari satu tahun dan meninggal. Di video, nampak seorang kru mengguncang dupa dan menaburkan cairan sebagai bentuk upacara pemakaman di sana. "Apa kalian (ada yang ingin disampaikan) lagi? Tidak? Tidak?" tanya seorang kru kepada orang yang berada di bagian atas kapal.

Setelah melakukan "upacara" tersebut, jenazah kemudian dibuang ke tengah laut. "Dan Mas Ari menghilang di tempat yang kita tidak tahu kedalamannya," kata Hansol menirukan pembawa suara. Dalam video tersebut, sebelum Ari meninggal, sebelumnya sudah ada Al Fatah yang disebut berusia 19 tahun dan Sepri (24), di mana mereka juga dibuang ke laut ketika meninggal.

Setelah itu, MBC menayangkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh para ABK, di mana terdapat bagian terdapat penanganan jika mereka wafat. Dalam bagian yang ditandai warna oranye, terdapat kesepakatan jika sampai terjadi musibah dan wafat, maka jenazahnya akan dikremasi. Nantinya, proses kremasi itu akan dilaksanakan ketika kapal bersandar di suatu tempat, dengan catatn abunya akan dipulangkan ke Indonesia.

Apalagi dalam kesaksian salah satu kru kapal yang wajahnya diburamkan, dia mengaku bahwa jenazah mereka akan dikremasi di tempat terdekat. Dalam surat itu, terdapat juga pernyataan mereka akan diasuranksikan sebesar 10.000 dollar AS, sekitar Rp 150 juta, yang akan diserahkan kepada ahli waris mereka.

KPK Perpanjang Masa Tahanan Mantan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Previous article

Begini 7 ketentuan Gubernur Andrew Cuomo Agar New York Bisa Dibuka Kembali dari Lockdown Amerika

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *