Nasional

Seharusnya Pemerintah Alokasikan Lebih Banyak Anggaran buat Subsidi Kebutuhan Pokok Masyarakat

Keputusan menaikkan iuran BPJS, tarif tol, dan tarif listrik akan menekan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan kontribusinya terhadap PDB. Menurut BPS, peranan konsumsi rumah tangga terhadap PDB mencapai 55,79 persen pada Triwulan II 2019. Jika kenaikan harga harga barang yang diatur pemerintah tetap dilakukan, maka pertumbuhan ekonomi 5,3 persen sulit tercapai.

"Pemerintah seharusnya mendorong atau memberi stimulus yang dapat menopang dan meningkatkan daya beli masyarakat," kata Dr Anis Byarwati, anggota Komisi XI FPKS DPR RI dalam keterangannya, Selasa (5/11/2019). Menurut Anis, dampak melemahnya ekonomi global terhadap ekonomi seharusnya dapat diantisipasi dan disikapi pemerintah dengan mengambil kebijakan yang tidak mempersulit masyarakat. Dirinya memahami bahwa hampir semua kita pesimis dengan pertumbuhan ekonomi kita karena situasinya memang sangat sulit.

"Pemerintah perlu berhati hati dalam mengambil kebijakan terkait dengan komponen komponen yang berpengaruh terhadap daya beli di sektor rumah tangga," katanya. Anis untuk menyoroti konsumsi rumah tangga, karena sektor rumah tangga bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat yang bersifat harian. Kebutuhan akan energi listrik, belanja bahan pokok dan kemudahan akses kesehatan merupakan kebutuhan masyarakat sehari hari yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah dengan menjaga unsur unsur yang berpengaruh terhadap harga agar tetap stabil dan tidak melonjak naik.

Jika diperlukan seharusnya pemerintah mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk mensubsidi kebutuhan pokok masyarakat. "Sehingga masyarakat memiliki daya beli yang stabil dan dampaknya kembali kepada stabilitas ekonomi secara nasional," katanya.

Tahukah Kamu Lagu Indonesia Raya Ternyata Punya Lirik Lebih Panjang dari yang Biasa Dinyanyikan

Previous article

Digital Tapi Kurang Smart Ketua DPRD Bakal Surati Anies Meski Belum Pegang Draf KUA-PPAS Yunarto

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *