Internasional

Rakyat Korea Utara Terancam Kelaparan, Jatah Makanan Dipangkas

Korea Utara ( Korut) dilaporkan melakukan pemangkasan terhadap jatah makanan rakyatnya setelah mengalami panen terburuk dalam 10 tahun terakhir. Diwartakan Sky News Sabtu (4/5/2019), negara yang tengah mengalami deraan sanksi internasional itu harus memotong jatah makan menjadi 300 gram per orang setiap hari. PBB menyatakan sekitar 40 persen populasi atau sekitar 10,1 juta orang mengalami kekurangan makan kronis dan terancam tak punya persediaan hingga musim panen berikutnya.

Sebuah penyelidikan yang digelar oleh Program Pangan Dunia PBB (WFP) menunjukkan bahwa banyak keluarga hanya mengonsumsi protein beberapa kali setiap tahun. Juru bicara WFP Herve Vershoosel mendeskripsikan situasi yang ada di Korut sangatlah serius dan memperingatkan negara itu bisa mengalami kelaparan dalam hitungan bulan atau tahun. Sky News memberitakan, tercatat Korut pernah mengalami kelaparan di pertengahan 1990 an di mana saat itu, setidaknya tiga juta orang dilaporkan tewas.

WFP melakukan penilaian ketahanan pangan berdasarkan permintaan Korut antara 29 Maret sampai 12 April dengan tim peneliti mengunjungi pertanian, kebun bibit di perkotaan dan pedesaan. Kekeringan, gelombang panas, dan banjir dianggap sebagai biang krisis itu. Namun Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyebut Korut juga bertanggung jawab.

Seorang juru bicara AS menuturkan pemerintah Korut seharusnya bisa memenuhi kebutuhan warganya jika mengalirkan langsung dana negara ke sektor yang paling memerlukan perhatian. "Namun nyatanya, rezim Korut terus mengeksploitasi, mengabaikan, dan membuat rakyatnya kelaparan dengan terus mengembangkan senjata nuklir dan program senjata," terang juru bicara itu. Pada periode 2018 2019, negara komunis tersebut dilaporkan hanya mencatat hasil panen sebesar 4,9 juta ton.

Berarti Korut kekurangan 1,36 juta ton. Vershoosel mencatat prospek panen jelai serta gandum pada 2019 sangat mengkhawatirkan karena guncangan iklim, kekurangan bahan bakar, pupuk, hingga suku cadang bagi alat pertanian. WFP dijadwalkan membuat penilaian lagi pada periode Juli sampai Agustus mendatang dengan Korut terus bergantung kepada bantuan pangan PBB selama bertahun tahun.

Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Begini Persiapan Tim Estafet Putra Indonesia Jelang Berlaga di Kejuaraan Dunia di Yokohama

Previous article

Malindo Air Mulai Terbangi Rute Zhengzhou dan Chengdu

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *