Sport

Raker Pordasi DKI Jakarta Susun Program Kerja & Anggaran Tahun 2020

Pordasi DKI Jakarta menggelar rapat kerja di sekretariat Pordasi DKI Jaya, di Cikajang 60, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (21/12/2019). Raker diikuti antara lain Ketua Umum Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata, Sekertaris Umum, H. Herlan Matrusdi, Wakil Sekertaris Umum Widodo Edi Sektianto, dan sejumlah pengurus serta pemilik klub/stable sejak pagi hingga ditutup pada jelang malam hari. Pelaksanaan Raker Provinsi Pordasi DKI Jakarta merupakan amanah dari hasil Musyawarah Provinsi Pordasi DKI Jakarta XIV Tahun 2019.

Dalam Raker itu seluruh peserta fokus pada pembahasan 2 hal pokok yaitu: penyusunan program kerja dan anggaran Pengprov Pordasi DKI Jakarta tahun 2020 dan penyusunan bahan yang akan digunakan untuk persiapan Munas PP Pordasi tahun 2020. Juga dibahas beberapa isu pokok dalam penyusunan program kerja dan anggaran Pengprov Pordas DKI Jakarta Tahun 2020 dan sudah ditetapkan, 5 hal penting yaitu: 1. Pembangunan lapangan pacuan kuda bertaraf internasional di Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat, mulai dari penetapan lokasi oleh Gubernur DKI Jakarta serta penyusunan desain dan pengajuan anggarannya bersama Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

2. Pemanfaatan Jakarta Internasional Equestrian Park di Pulomas Jakarta Selatan untuk tempat base camp bagi Pengprov Pordasi DKI Jakarta mulai dari tempat latihan atlet pelatda equestrian, penggunaan kandang dan sekreretariat Pengprov Pordasi DKI Jakarta. 3. Realisasi bantuan untuk kegiatan Pengprov PORDASI DKI Jakarta untuk tahun anggaran 2020 yang bersumer dari APBD DKI Jakarta melalui melalui alokasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta maupun dana hibah dari KONI Provinsi DKI Jakarta 4. Langkah terobosan menuju kemandirian untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari berbagai sponsorship dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Pengprov Pordasi DKI Jakarta, terutama untuk mendapatkan “Bapak Angkat” yang tentunya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

5. Berbagai kesiapan dari atlet / joki Pelatda Pordasi DKI Jakarta baik yang terkait langsung maupun aspek pendukungnya untuk mengikuti kalender kejuaraan olahraga berkuda di tingkat nasional, regional maupun seri dunia, seperti bidang peternakan dan kesehatan hewan, bidang juri dan perwasitan, bidang organisasi dan hukum, bidang humas dan dokumentasi, bidang komersial dan kesejahteraan, kesekretariatan serta bendahara. Selanjutnya beberapa isu pokok yang telah dibahas dalam penyusunan bahan yang akan digunakan untuk persiapan Munas PP Pordasi Tahun 2020, antara lain : 1. Usulan perubahan AD/ART PP PORDASI dengan membentuk Tim Kecil.

2. Usulan perubahan, perbaikan dan penegasan dari peraturan pertandingan baik disiplin pacuan kuda maupun equestrian yang saat ini dianggap sudah tidak sesuai lagi. 3. Usulan calon Ketua Umum PP Pordasi masa bhakti 2020 – 2024 yang akan diusung oleh Pordasi DKI Jakarta adalah Hj. Tri Watty Marciano, H. Fatchul Anas dan H. Widodo Edi S Menurut Ketua Pordasi DKI Jaya, Alex Asmasoebrata, yang paling penting dari semua ini adalah program utama untuk mendorong pembangunan arena pacuan kuda yang baru, agar bisa menggantikan pacuan kuda Pulomas yang sudah dirubah menjadi arena Equestrian. "Kita tentunya akan minta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar segera merealisasikan arena pacuan kuda yang baru menggantikan Pulomas," ujar Alex kepada media, usai Raker.

Ia juga mengatakan kalau Gubernur memang sudah menjanjikan lahan di kawasan Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat, sebagai arena pacuan baru. "Ini program terpenting yang harus segera dilaksanakan, agar aktivitas olahraga pacuan kuda di Jakarta kembali bisa berjalan, selain Equestrian di Pulomas," tutur Alex diamini Wakil Sekertaris Umum, Widodo Edi Sektianto.

Casey Neistat Review Penerbangan Termahal di Dunia Milik Etihad Airways

Previous article

Bocah 10 Tahun Dihukum Ayahnya Mengemis di Stasiun Kereta Karena Tidak Mengerjakan PR

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *