Internasional

Pria Ini Melepaskan Tembakan di Dalam Masjid Saat Shalat Tarawih, Tapi Polisi Tak Menangkapnya

Seorang pria melepaskan tembakan di dalam Masjid saat sholat tarawih terjadi di London Timur, Inggris Dilansir dariDailystar,seorang pria masuk ke dalam masjid di Seven Kings di Ilford, London Timur dan mulai melepaskantembakanpada Kamis (9/5/2019) Pria tersebut masuk ketika umat muslim sedang melaksanakan sholat tarawih.

Namun, pria tersebut lalu dikejar oleh para jemaah, setelah suara tembakan mulai terdengar. Polisi meyakini bahwa pria tersebut menembakkan pistol kosong. Juru bicara kepolisian menjelaskan kronologi kejadian peristiwa itu.

"Pada pukul 10.45, Kamis (9/5/2019) dilaporkan seorang pria masuk masjid dengan membawa senjata api di High Road di Seven Kings. "Pria tersebut dibawa keluar dari gedung masjid, oleh para jemaah dalam masjid setelah suara tembakan terdengar." Pada saat sampai di lokasi kejadian, polisi menyita pistol tersebut dan ternyata kosong.

Mereka juga mengonfirmasi bahwa penembakan itu dilakukan terkait tindakan terorisme. Polisi menambahkan, siapa pun yang memiliki informasi terkait terorisme diminta untuk menghubungi polisi. Beberapa pengguna internet mengomentariinsiden tersebut. Namun, tidak ada penangkapan yang dilakukan oleh polisi terhadap pria tersebut.

Sebelumnya, aksi mencekam tindakan Penembakan di Selandia Baru menewaskan 49 orang. Ada dua warga negara Indonesia ( WNI) yang turut menjadi korban tindakan terorisme itu. Salah satu saksi mata yang selamat dari penembakan menceritakan begitu mencekamnya saat tragedi penembakanyang terjadi didua masjid di Christchurch tersebut. Dalam konferensi pers oleh pihak kepolisian setempat menyebut, ada 49 orang tewas yang menjadi korban aksi tak manusiawi tersebut.

Komisaris Polisi Mike Bush diwartakan CNN Jumat (15/3/2019) menyebut,41 orang dari jumlah korban yang tewas, di antaranya ditemukan di Masjid Al Noor yang berlokasi di kawasan Deans Avenue. Sementara korban tewas lainnya ditemukan di kawasan Linwood Islamic Center, Christchurch. Saat penembakan terjadi, rupanya para jemaah ini akan melaksanakan Salat Jumat.

Dikutip dari Herald, laman berita Selandia baru, beberapa saksi mata menjelaskan perihal suasana mencekam saat penembakan terjadi. Salah satu saksi mata adalah Nour Tavis. Dia merangkak ke tempat aman di tengah aksi pembantaian itu. Saat penembakan, Nour Tavis berada di barisan depan Masjid Al Noor di Deans Ave bersama temannya.

Awalnya mereka tidak tahu suara itu. "Pertama dia menembak orang di luar. Lalu dia datang di depan," katanya. Kemudian, ia mendengar pistol diisi ulang sekitar tiga kali.

"Lalu kami mendengar teriakan … semua orang panik," katanya. "Ada penembakan dan penembakan dan penembakan … orang orang berlari dan tiba tiba Anda melihat mereka jatuh." Pria bersenjata itu mulai menembak ke segala arah.

Nour Tavis melihat seseorang mendobrak jendela dan melompat keluar, dan ia pun punya ide untuk melarikan diri secepatnya. "Itu satu satunya cara untuk melarikan diri," katanya. "Aku mengikuti." Kemudian, Nour Tavis dan yang lainnya berlari untuk menyelamatkan diri.

Nour Tavis memanjat pagar setinggi 1,5 meter dan menggedor pintu tetangga mati matian berharap seseorang akan menjawab dan membawanya ke tempat yang aman. "Kami masuk ke sana dan saya bisa melihat orang lain tertembak, saya bisa melihat darah," katanya. Nour Tavis kemudian mencoba kembali ke masjid dan membantu yang terluka.

"Ada orang yang mati kehabisan darah … itu mengerikan." "Aku melihat orang orang berjatuhan di depanku. Aku merangkak untuk pergi. Dan aku sempat menabrak dinding," katanya. Tak hanya Nour, Mohan Ibrahim juga menggambarkan kepada Herald saat ia berlari untuk menyelamatkan diri dari pria bersenjata itu.

Mohan Ibrahim adalah satu dari 200 orang di masjid Masjid Al Noor Christchurch ketika dia mendengar suara tembakan. "Awalnya kami pikir itu sengatan listrik, tetapi kemudian semua orang ini mulai berlari," ujar Mohan Ibrahim. Seorang saksi yang tak ingin disebutkan identitasnya menuturkan, dia langsung memecahkan jendela masjid begitu mendengar suara tembakan.

Kepada CNN, saksi mata itu mengungkapkan awalnya dia hendak pergi ke toilet tatkala teroris mulai masuk dan memberondongkan senapan serbunya. "Saya berpikir apa yang terjadi. Namun, mereka terus menembak dan menembak. Saya memecahkan jendela ketika suara tembakan terus terjadi," ujarnya. Kemudian saksi lain yang selamat mengatakan bagaimana dia berdoa dan memohon supaya teroris tersebut berhenti melakukan aksinya.

"Saya hanya bisa menunggu dan berdoa ' Tuhan, semoga pria ini kehabisan peluru'," tutur saksi tersebut dan menambahkan, seorang jemaah sempat memintanya sembunyi. Yang dia tahu kemudian, teroris itu menembak pria tersebut tepat di dadanya. Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan empat orang yang terdiri dari tiga pria dan satu perempuan tersebut juga tidak masuk dalam daftar penegak hukum Australia.

Salah satu dari teroris itu, yang dilaporkan bernama Brenton Tarrant, merupakan warga negara Australia. Dia dikabarkan tinggal di Grafton. Bahkan, Brenton Tarrant melakukan penembakan secara membabi buta dan merekam aksinya itu. Di dalam video penembakan, Brenton Tarrant menggunakan dua senjata laras panjang, mirip shotgun dan laras panjang jenis AR 15.

Di kedua senjata yang dia pegang, terlihat tulisan perpaduan huruf maupun angka dengan tinta putih. Setelah menembak semua orang yang ada di dalam masjid, Brenton Tarrant keluar, kemudian melancarkan aksinya dengan menembak orang orang yang berada di luar. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan insiden yang terjadi saat Salat Jumat itu adalah hari terkelam dalam sejarah negara itu.

"Sudah jelas bahwa peristiwa ini bisa dideskripsikan sebagai serangan teroris," ujar Ardern dalam konferensi pers dengan wajah kelabu dikutip AFP.

Jelang Lebaran, BI Siapkan 2.900 Titik Penukaran Uang

Previous article

Acer Hadirkan Promo Berkah Ramadan 2019

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *