Bisnis

Penolakan Serikat Pekerja Pertamina Terhadap Ahok Dinilai Berlebihan

Pernyataan sikap Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang menolak mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama aliasAhok masuk sebagai bos di salah satu BUMN dinilai terlalu berlebihan. Ketua umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat menyatakan,penolakanFSPPB menunjukkan reaksi berlebihan yang tidak berdasar. Dia mengingatkan, sebagai serikat pekerja, FSPPB seharusnya fokus mengurusi hak hak para pekerja, jangan lari dari UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

"FSPPB harusnya fokus isu kesejahteraan buruh, jangan keluar dari peraturan ketenagakerjaan, itu bias kepentingan namanya," ujarnya. Dia mengatakan, seharusnya direksi Pertamina memberikan surat peringatan kepada pekerja Pertamina yang menyampaikan sikap penolakan tersebut dengan memberikan surat teguran. "Bila tidak diindahkan, berhentikan saja bagi buruh Pertamina yang menolak alasan pengangkatan Ahok yang bukan ranah isu serikat pekerja tersebut," kata dia.

"Saya yakin, jika Ahok benar benar ditempatkan di Pertamina akan membuat banyak pihak kalang kabut," imbuhnya. Dia menambahkan, dugaan permainan kotor yang selama ini kerap terjadi di Pertamina pasti akan digilas oleh Ahok. Diasangat cocok melakukan pembenahan diberbagai sektor Pertamina. "Saya kira, daripada Ahok ditempatkan di PT PLN, lebih tepat dia ditempatkan sebagai dirut di PT Pertamina," ujarnya.

Masih menurut Reinhard, pembenahan Pertamina harus dilakukan dari hulu hingga hilir karena persoalan di Pertamina sudah akut."Dibutuhkan orang pemberani seperti Ahok untuk memberantas Mafia Migas," ujarnya. Sebelumnya, serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalamFederasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) ramai ramai menolak jika Pertamina dipimpin Ahok. Sikap itu antara lain ditunjukkan oleh Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) Cilacap. Mereka menolak Pertamina dipimpin mantan narapidana.

Alasannya, seperti dikemukakanSekjen SPP PWK, Dwi Jatmoko, kepada wartawan di Cilacap, Senin (18/11/2019), Pertamina sebagai BUMN besar harus menjaga citranya, terlebih bisnis migas Pertamina menyangkut hajat hidup orang banyak. Apa jadinya jika komisaris, direksi diisi oleh person person yang tidak kompeten dan rekam jejaknya diragukan," kata Dwi Jatmoko. Pihaknya menginginkan mereka yang dipercaya duduk sebagai direksi baru Pertamina berasal dari kalangan profesional dan independen.

Tips Membersihkan Toilet Agar Kuman Tidak Menyebar

Previous article

Try Out & Seminar Motivasi Masuk Kampus Hadir di Bekasi

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *