Metropolitan

Orangtua Ungkap Alasan Anaknya Ogah Pulang Bocah SMP Kabur menuju Rumah Pacarnya Selama 3 Hari

Nining Kurniasih akhirnya dapat bernafas lega setelah putrinya bernama Mutiara Wulandari (12), berhasil ditemukan setelah sempat pergi dengan sang selama tiga hari tak ada kabar, Rabu, (6/11/2019). Nining mengatakan, putrinya yang masih duduk di bangku kelas 7 SMP ini ditemukan di sang bernama Iti, di dekat Flyover Kranji, Kota Bekasi. Dia menjelaskan, Wulan sapaan putrinya selama minggat dari rumah, tinggal di bersama sang dan keluarganya.

Nining tak habis pikir, mengapa kedua anaknya itu membiarkan begitu saja tanpa ada itikad memulangkan. "Alasannya katanya anak saya udah disuruh pulang tapi enggak pulang, jadi kata pengakuan itu anak saya datang sendiri ke kontrakannya, diajak pulang katanya enggak mau," jelas Nining. Dia memastikan, putrinya saat ditemukan dalam keadaan baik, dia dengan pihak keluarga lelaki yang membawa Wulan juga sepakat menyelesaikan masalah melalui jalur kekeluargaan.

"Jadi kita selesaikan kekeluargaan, laporan juga kalau mereka udah enggak ganggu saya mau cabut," paparnya. Usai kejadian ini, Nining langsung melarang putrinya bergaul dengan nya bernama Iti. Dia tidak ingin kejadian serupa terulang lagi lantaran, masa depan bocah berusia 12 tahun tersebut masih panjang. "Jadi udah sepakat laki laki itu enggak berhubungan lagi, jangan kontek kontek, telfon, hilang gitu aja maunya saja, perjalanan hidup anak saya masing panjang dia masih perlu sekolah jangan ganggu anak saya lagi," tegasnya.

Sebelumnya, bocah kelas 7 SMP bernama Mutiara Wulandari (12) dikabarkan meninggalkan rumah sejak, Sabtu, (2/11/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Ia kabur setelah pamit dengan keluarga untuk melakukan kegiatan kerja kelompok. Nining khawatir dengan keberadaan anaknya yang tak tahu dimana keberadaanya. Kekhawatiran itu yang membuat dia akhirnya membuat laporan polisi agar dibantu dalam pencarian putrinya. Hingga keesokan harinya pada, Minggu, (3/11/2019), Wulan sapaan akrab putrinya, tak kunjung memberi kabar. Ia lantas berusaha menghubungi langsung putrinya namun, urung mendapat jawaban.

Upaya pencarian terus dilakukan, Nining kemudian mendapat titik terang ketika guru sekolah berusaha membantu mencari infomasi memalui pendekatan ke teman teman kelas Wulan. Wulan dari keterangan teman teman kelasnya sejak awal pergi bersama nya bermama Iti, seorang pekerja di wahana komudi putar pasar malam di daerah Kampung Crewed, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Adapun sampai ia tahu keberadaan putrinya, berkat infomasi informasi yang terus dia gali dari teman teman Wulan. Sampai diketahui sang di daerah Kranji.

Bocah kelas 7 SMP bernama Mutiara Wulandari (12) alias Wulan, dikabarkan meninggalkan rumah sejak, Sabtu, (2/11/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Ia diduga dibawa kabur nya bernama Iti, seorang pekerja di Komidi Putar Pasar Malam, Kampung Crewed, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Nining Kurniasih, ibunda Wulan telah melaporkan kabar kehilangan putrinya ke Polres Metro Bekasi Kota. Ia mengaku khawatir dengan kondisi anaknya yang pegri dari rumah dengan sang pacar tanpa sepengetahuannya.

Kabar putirnya pergi dengan nya didapat setelah ia, berusaha menanyakan ke sejumlah teman sekolah. Awalnya, teman teman Wulan tak ada yang berani mengatakan yang sebenarnya, hingga keterlibatan guru sekolah melakukan pendekatan. "Enggak ada yang mau ngaku, saya tahu pas pertama saya tanya ke teman Wulan, dia bohong, saya sampai ancam gini, 'kamu jangan bohong', saya bisa lapor polisi, cuma tetep teman temannya enggak ada yang mau ngaku," jelas Nining.

Pada Senin, (4/11/2019), guru sekolah Wulan menghubungi melalui pesan singkat, menanyakan kondisi Wulan yang tak masuk sekolah. Dari situ, sang guru tahu permasalah peserta didiknya hingga mendapat infomasi perihal Wulan. "Gurunya kasi foto (wulan sama kekasihnya), udah dari situ saya tahu kalau anak saya pergi sama dia," ujarnya.

Teman teman Wulan yang sebelumnya ikut menutupi kepergian Wulan dengan sang akhirnya meminta maad kepada Nining. Mereka mengaku terpaksa melakukan itu karena takut diancam oleh Iti, Wulan. "Temen satunya minta maaf udah bohong, ida ngaku diancam sama cowok yang di komidi putar ini. Kalo saya kasih tau nya, dapet sanskinya kamu itu di telfon," imbuh Nining sambil memeragakan pengakuan teman teman Wulan. Selama ini, Nining tidak pernah tahu anaknya menjalin asmara dengan seorang pria pekerja di wahana rekreasi komidi putar pasar malam. Ia juga baru pertama melihat foto Wulan langsung khawatir, sebab dari penampilannya, Iti nampak memiliki tato dan tindik.

"Saya enggak tahu sama sekali (anaknya berpacaran), dari guru juga kasih jawaban, ini harus kepolisian. Soalnya ini anak serem banget bertato idungnya dianting, lidah, kupingnnya ditindik panjang begitu," paparnya. Sampai saat ini, ia belum mengetahui keberadaan Wulan, informasi bahhwa Wulan tinggal di daerah Kranji Bekasi Barat belum diketahui secara detail. Nomot ponsel bocah berusia 12 tahun itu juga tak kunjung aktif sejak beberapa hari lalu. Bocah kelas 7 SMP bernama Mutiara Wulandari (12) dikabarkan meninggalkan rumah sejak, Sabtu, (2/11/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ia diketahui pergi dengan nya hingga kini tak kunjung pulang. Nining Kurniasih, ibunda Mutiara, nampak gelisah kala dijumpai di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin, (4/11/2019) malam. Ia khawatir dengan keberadaan anaknya yang tak tahu dimana keberadaanya. Kekhawatiran itu yang membuat dia akhirnya membuat laporan polisi agar dibantu dalam pencarian putrinya.

"Pas pergi dari rumah waktu itu pamit mau kerja kelompok, namanya kita izinin ajalah, pas sampai malam enggak pulang pulang saya coba wa (whatsap) bilang katanya hujan enggak bisa pulang nginep di rumah temennya," kata Nining. Hingga keesokan harinya pada, Minggu, (3/11/2019), Wulan sapaan akrab putrinya, tak kunjung memberi kabar. Ia lantas berusaha menghubungi langsung putrinya namun, urung mendapat jawaban.

"Akhirnya coba saya cari langsung ke rumah temen temennya, tapi temen temennya bilang Wulan udah pulang," ungkap Nining. Sampai Senin, (4/11/2019) kemarin, pihak sekolah menghubungi Nining untuk menanyakan putrinya yang tak masuk sekolah. Dari situ, ia menceritakan kondisi terkini anaknya hingga seorang guru membantu melakukan mediasi dengan pendekatan ke teman teman Wulan.

"Saya dikasi tahu sama gurunya, dia dapat info dari teman teman Wulan, kalau anak saya pergi sama pacarnya, saya dikasi lihat fotonya (wulan dengan sang pacar)," ujarnya. Nining tak habis pikir anaknya bisa senekat itu pergi meninggalkan rumah demi sang pacar, informasi yang ia ketahui, Nining menjalin asmara dengan sang pacar yang dikerahui seorang pekerja komidi putar di pasar malam Kampung Crewed, Bekasi Timur. "Identitas cowoknya saya enggak tahu, tapi kata teman teman Wulan nama panggilannya Iti, katanya tinggal di Kranji, dia gerombolan gitu saya ngeri," jelas dia.

Sampai saat ini, Nining terus berusaha mencari dan menghubungi nomor telepon anaknya. Dia berharap Wulan segera pulang atau polisi dapat segera menemui keberadaan putrinya. "Anak saya putih, rambutnya agak merah sepunggung, ada bekas bisul bolong di leher, ada tahi lalat cokelat di bawah mata," ungkap Nining saat menyebutkan ciri ciri putrinya.

Perlu Komunikasi Lebih Intensif Kasus Novel Baswedan Tak Kunjung Terungkap Mantan Anggota TGPF

Previous article

CSR JICT Dapat Penghargaan Padma Mitra Awards 2019

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *