Seleb

Nggak Usah Rebut-rebutlah Sengketa Merek Geprek Bensu yang Dipakai Ruben Onsu Pihak Benny Sujono

Pihak Benny Sujono pemiliki brand 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr' buka suara perihal polemik dirinya dengan usaha kuliner 'Ayam Geprek Bensu' milik artis Ruben Onsu. Diketahui putusan MA menolak pengajuan kasasi Ruben Onsu atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat terkait merek Bensu dari usaha kulinernya 'Ayam Geprek Bensu'. Hal itu tertuang dalam putusan kasasi pada 20 Mei 2020.

Dalam sidang putusan yang dibacakan di PN Jakarta Pusat pada 13 Januari 2020 tersebut, majelis hakim memutuskan menolak gugatan perkara. Dengan demikian, merek "Bensu" dinyatakan dimiliki oleh PT Ayam Geprek Benny Sujono yang memiliki usaha kuliner atas merek 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr'. Pihaknya juga menerangkan soal pengaruh polemik yang terjadi terhadap usaha kuliner 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr'.

Pihak 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr' mengatakan awalnya tidak berpengaruh. "Karena orang tahu kualitas dari segi makanannya, namun ke belakang berpengaruh lantaran pihak 'Ayam Geprek bensu' mulai menggiring opini publik," terangnya. Pihak pengacara mengatakan bahwa penyelesaian akan dilakukan secara baik baik.

"Soaladanya pencemaran nama baik itu sudah pasti, namun kita belum berpikir ke arah situ kami berpikir untukmenyelesaikannya dengan baik baik," ujar sang PengacaraEddy Kusuma. Pihaknya mengatakan selama ini 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr' dikelola oleh keluarga dan tidak ada sistem franchise. "Kami tahu masyarakat banyak yang kecewa, setelah tahu soal mana brand yang asli," terang Eddy.

Pihaknya mengatakan 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr'penetapan brandingnya lebih awal dibandingkan 'Ayam Geprek Bensu' milik Ruben Onsu. Sehingga prinsip prinsip pendaftaran brand yang first to file, tidak bisa dibohongi Pihaknya juga mengatakan kalau 'Ayam Geprek Bensu' susah mendapatkannya karenabrand 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr' sudah go internasional.

"Nah sekarang tergantung penyelesaiannya mau gimana, besok minggu malam adiknya (Jordi Onsu) mau jumpa saya, ya silahkan," ujarnya. "Kami berharap dapat selesaikan dengan baik, nggak usah rebut rebutlah, semua orang tau itu 'I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr' punya siapa," ujarnya lagi. Sementara itu dilansir dari inisejarah berdirinya "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" dan "Ayam Geprek Bensu" berdasarkan putusan yang diunggah situs Mahkamah Agung.

Ruben Onsu mengajukan gugatan di Kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri pada tanggal 22 Agustus 2019 dalam Register Nomor 57/Pdt.Sus HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst. Dalam gugatannya, Ruben Onsu menggugat PT Ayam Geprek Benny Sujono dan Pemerintah Republik Indonesia, yaitu Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, serta Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. Dalam gugatannya, Ruben mengklaim sebagai pemilik hak dan pendaftar pertama merek "Bensu" yang digunakan dalam usaha bisnis kulinernya.

Merek Bensu telah dimohonkan Ruben sejak tanggal 3 September 2015 dan terdaftar pada tanggal 7 Juni 2018 serta mendapatkan perlindungan sampai dengan tanggal 3 September 2025. Nama Bensu, menurut Ruben, diambil dari singkatan namanya, yakni Ruben Onsu. Ruben mengklaim, tergugat telah menggunakan merek Bensu untuk usaha kulinernya yakni "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" tanpa seizinnya berdasarkan informasi pangkalan data kekayaan intelektual Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual melalui laman

"I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" telah beroperasi sejak 17 April 2017 hingga saat ini. Menurut PT Ayam Geprek Benny Sujono, pengalihan hak merek Bensu dari Ruben ke Jessy Handalim tidak berpengaruh pada usaha kuliner I AM GEPREK BENSU SEDEP “BENER/BENEERRR". Alasannya, perusahaan telah mengajukan permohonan pendaftaran merek usaha "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" pada 3 Mei 2017, sebelum terjadinya pengalihan hak merek Bensu ke Ruben dari Jessy Handalim.

Usaha kuliner "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" didirikan oleh tiga sekawan, bernama Yangcent, Kurniawan, dan Stefani Livinus. Pemberian nama Bensu diberikan oleh ayah Yangchen yang bernama Benny Sujono atau dikenal dengan nama Bensu. "Ayah Yangcent yang bernama Benny Sujono yang biasa juga dipanggil Bensu menyarankan kepada Yangcent, Kurniawan, dan Stefani Livinus untuk memulai usaha bisnis makanan Ayam Geprek," bunyi keterangan dalam keputusan MA tersebut.

Usaha kuliner tersebut kemudian terdaftar sebagai badan hukum berdasarkan Akta Perseroan Terbatas PT Ayam Geprek Benny Sujono Nomor 130 tanggal 15 Maret 2017. PT Ayam Geprek Benny Sujono disingkat Ayam Geprek Bensu dan telah mendapat pengesahan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU 0040249.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 13 September 2017. Penggunaan singkatan "Bensu" merupakan penghargaan terhadap Benny Sujono yang dinilai telah memberikan saran dan masukan terhadap berdirinya perusahaan.

Kemudian, didirikan resto pertama perusahaan tersebut bernama "I Am Geprek Bensu Sedep" pada tanggal 17 April 2017 di Jalan Padamengan I Gang 5 Nomor 2A, Gunung Sahari, Kecamatan Pademangan Timur, Jakarta Utara. Adik Ruben Onsu, Jordi Onsu, menawarkan diri untuk bergabung ke PT Ayam Geprek Benny Sujono sebagai manajer operasional. Tawaran tersebut disetujui karena Jordi merupakan teman dari Yangcent dan Stefani Livinus.

Meskipun demikian, bergabungnya Jordi hanya sebatas kerja sama pengelolaan bisnis makanan merek "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr", bukan kepemilikan merek I Am Geprek Bensu. Perlu diketahui, I Am Geprek Bensu adalah nama awal restoran dari "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr". Usaha kuliner "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" terus berkembang hingga dibuka beberapa cabang di wilayah Jakarta.

Jordi kemudian menawarkan kakaknya, Ruben Onsu, untuk bergabung ke perusahaan sebagai duta promosi pada Mei 2017. Alasannya, Ruben telah dikenal masyarakat sebagai seorang publik figur. Foto dan nama Ruben kemudian dipasang di sejumlah cabang atau outlet usaha kuliner merek "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr".

Ruben dan Jordi juga tidak mempermasalahkan penggunaan nama Bensu dalam usaha kuliner tersebut. Ruben terima kompensasi Sejak tanggal 9 Mei 2017 sampai 14 Agustus 2017, Ruben Onsu diketahui telah diberikan kompensasi sehubungan dengan posisinya sebagai duta promosi sejumlah cabang/outlet bisnis makanan merek "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr". Dalam putusan disebutkan, berdasarkan bukti, setidaknya Ruben sudah menerima sekitar Rp 663 juta.

Oleh karena itu, majelis hakim menekankan, Ruben Onsu selama ini hanya berkedudukan sebagai duta promosi, bukan pemilik "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr". Setelah Ruben bergabung sebagai duta promosi, Jordi Onsu kemudian meminta seorang karyawannya dipekerjakan di bagian dapur sebagai quality control pada perusahaan kuliner "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr". Pihak tergugat menduga, penempatan orang titipan Ruben tersebut di bagian dapur untuk mengetahui formula ataupun resep dan cara memasak menu makanan dari bisnis makanan merek “I Am Geprek Bensu”.

Jordi Onsu tarik kembali karyawannya Pada Juli 2017, Jordi menarik kembali karyawannya yang telah bisa memasak dan mengetahui resep usaha kuliner "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr". Kemudian, pada Agustus 2017, Ruben Onsu membuka usaha kuliner bernama "Ayam Geprek Bensu" yang memiliki kesamaan jenis makanan, logo, dekorasi ruangan, susunan kata, dan susunan gambar dengan usaha kuliner "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr". Ruben dan Jordi kemudian mulai mempromosikan usaha "Ayam Geprek Bensu" sehingga menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Konsumen "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" pun mulai beralih ke "Ayam Geprek Bensu". Ruben memohon penetapan nama Bensu Pada Mei 2018, Ruben memohon penetapan nama merek Bensu sebagai singkatan namanya Ruben Samuel Onsu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Nomor 384/Pdt.P/2018/PN.Jkt.Sel. Ruben Onsu juga pernah menggugat pebisnis lainnya yang diduga menggunakan merek "Bensu".

Pebisnis tersebut yaitu Jessy Handalim yang membuka usaha kuliner bernama Bengkel Susu (Bensu) di Jalan Emong Nomor 3, Burangrang, Bandung. Ruben kemudian mengajukan gugatan perdata kepada Jessy Handalim yang menggunakan merek "Bensu". Gugatan diajukan di Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri Pusat, yang teregister dengan nomor 48/Pdt Sus/Merek/2018/PN Niaga. Jkt. Pusat pada 25 September 2018.

Jessy dan Ruben kemudian memutuskan berdamai guna menghindari permasalahan yang berlarut larut, hingga didapatkan keputusan berdasarkan Perjanjian Jual Beli dan penyerahan Hak atas Merek (Sertifikat Merek) tanggal 9 Februari 2018. Dalam kesepakatan damai itu, Ruben Onsu sepakat menjadi pembeli merek Bensu dan Jessy Handalim sebagai pemegang sertifikat merek. Pada 31 Agustus 2019, Ruben melakukan somasi kepada Yangchent agar tidak menggunakan merek Bensu pada usaha kuliner "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr".

Bahkan, Ruben meminta uang ganti rugi senilai Rp 100 miliar dari PT Ayam Geprek Benny Sujono. PT Ayam Geprek Benny Sujono kemudian mengajukan rekonvensi atau gugatan balik. Ruben kalah hingga MA Akhirnya, majelis hakim PN Jakpus memutuskan bahwa PT Ayam Geprek Benny Sujono adalah pemilik dan pemakai pertama yang sah atas merek "I Am Geprek Bensu Sedep Bener/Beneerrr" nomor pendaftaran IDM000643531, Kelas 43, tanggal pendaftaran 24 Mei 2019.

"Dalam pokok perkara : Menolak Gugatan Penggugat Runen Samuel Onsu tersebut untuk seluruhnya," tulis hasil putusan yang dikutip dari laman resmi Direktori Putusan Mahkamah Agung RI. Majelis hakim juga meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, serta Direktorat Merek dan Indikasi Geografis untuk membatalkan merek merek atas nama Ruben Samuel Onsu dengan mencoret pendaftaran merek merek tersebut dari Indonesia Daftar Merek. Ruben Onsu juga diwajibkan membayar biaya perkara senilai Rp 1.911.000.

Pada 23 April 2020, Ruben Onsu kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pengajuan kasasi tersebut terdaftar dengan nomor register 575 K/Pdt.Sus HKI/2020. Namun, MA menolak kasasi Ruben pada 20 Mei 2020.

Oleh karena itu, putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap.

Pemerintah wajib Penuhi Kebutuhan Dana Pilkada 2020 Komisi II DPR

Previous article

37.420 Orang Positif Covid-19 di Indonesia Hampir Setengah Juta Spesimen Sudah Diperiksa

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *