Internasional

Mata seperti Terbakar Dikira Kena Disinfektan Kronologi 10 Ribu Warga India Terpapar Gas Beracun

Insiden kebocoran gas di sebuah pabrik kimia di India Selatan masih menyisakan cerita. Seperti dikabarkan, pabrik kimia di dekat kotaVisakhapatnam, negara bagian Andhra Pradesh, India selatan ,mengalami kebocoran gas pada Kamis (7/5/2020). Kejadian itu menyebabkan belasan warga tewas, termasuk anak anak, sementara ratusan dirawat di rumah sakit, dan ribuan warga terdampak gas beracun.

Terbaru kabar dari , polisi di India sedang menyelidiki penyebab kebocoran gas. Kini, tercatat 12 orang tewas dan 350 orang lainnya dirawat di rumah sakit. Setelah kejadian pun, ribuan orang yang tinggal di dekat pabrik kimia di pinggiran kota sejak itu telah dievakuasi, beberapa ditempatkan di pusat pusat yang dikelola negara.

Komisioner lokal Srijana Gummalla, mengatakan, warga diminta untuk tetap mengungsi. "Wargatidak akan diizinkan pulang sampai udara sekitar bebas dari gas beracun," kta dia Jumat (8/5/2020) seperti diberitakan CNN. Adapun kebocoran gas tersebut membuat warga terkejut.

Pasalnya kejadian berlangsung saat banyak penduduk tengah tertidur. Saat terbangun, mereka tiba tiba merasakan efek luar biasa dari paparan gas beracun. Di antaranya adalah mata seperti terbakar.

Inilah kronologinya seperti yang dirangkum dari : MG Reddy, 38, yang tinggal bersama istri dan dua putranya 500 meter dari pabrik, mengatakan ia bangun sekitar jam 4 pagi. Dia menduga pemerintah sedang menyemprot daerah tersebut dengan desinfektan untuk virus corona dan kemudian kembali tidur.

“Tetapi pada jam 6 pagi, semua orang di desa itu berteriak dan berlari, jadi saya juga membawa keluarga saya dan lari,” kata Reddy. “Saya melihat banyak orang jatuh di jalan atau berteriak bahwa mata mereka terbakar." "Saya melihat banyak orang berbaring di jalan tetapi saya tidak bisa memikirkan untuk menyelamatkan siapa pun, saya hanya bisa memikirkan menyelamatkan keluarga saya.”

Swarupa Rani, seorang asisten komisaris polisi di Visakhapatnam, mengatakan para petugas yang bergegas ke tempat kejadian harus segera mundur karena takut diracun. "Orang bisa merasakan gas di udara dan tidak mungkin bagi kita untuk tinggal di sana lebih dari beberapa menit," katanya. Menjelang pagi, polisibergerak dari pintu ke pintu ke rumah rumah di dekat pabrik untuk mengevakuasi penduduk tak sadarkan diri dari ranjang rumah.

Anitha, 22, mengatakan dia telah keluar dari rumahnya saat itu. "Tidak bisa mengerti mengapa orang orang berbaring di tanah," ujarnya Beberapa saat kemudian, dia merasakan terbakar di mata dan tenggorokannya dan mulai muntah dan dengan cepat jatuh pingsan.

"Aku berada di rumah sakit ketika aku bangun," katanya. Memberitakan, Menteri Industri, Perdagangan, dan Teknologi Informasi di Andhra Pradesh, menjelaskan sebagian besar orangtewassaat tengah mengemudi atau berdiri di teras di luar rumah. "Mereka kehilangan kesadaran dan jatuh di tempat mereka, sementara yang lain jatuh pingsan ketika mereka sedang tidur," katanya.

Dikabarkan,11 orang telah dipastikan tewas dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit setelah insiden di pabrik LG Polymers. Tiga dari mereka yang meninggal adalah anak anak, tambahnya. Hampirseribu orang terpapar langsung oleh gas dan sekitar 20 25 orang dalam kondisi kritis tetapi stabil, kata Kamal Kishore dari Otoritas Manajemen Bencana Nasional.

Gas telah diidentifikasi sebagai Styrene, cairan mudah terbakar yang digunakan untuk membuat berbagai produk industri, termasuk polystyrene, fiberglass, karet, dan lateks. "Ketika kami tiba di tempat itu banyak orang terbaring di tanah tak sadarkan diri dan kami mengevakuasi sekitar 1.000 orang dan membawa mereka ke rumah sakit," kata Tej Bharath, seorang pejabat senior distrik Vishakhapatnam. Polisi Gopalapatnam membantu ratusan orang untuk melarikan dirimenggunakanambulans, kendaraan polisi, dan bus bus yang disediakan negara.

"Sementara yang lain evakuasi mandiri," kata inspektur polisi setempat V Ramanayya. Setidaknya 285 orang sekarang berada di rumah sakit, kata K Kanna Babu, direktur pelaksana pasukan tanggap bencana negara. Individu dibawa ke rumah sakit di seluruh kota untuk dirawat karena terkena gas.

Ada 10.000 orang di dalam area yang terkena dampak kebocoran gas, sekitar 5.000 telah dievakuasi. Foto foto yang di tweet oleh Satya Pradhan, direktur jenderal NDRF, menunjukkan anggota tim mengenakan setelan jas hujan dan masker gas membantu warga untuk selamat. "Secara keseluruhan situasinya terkendali. Sekarang, situasinya adalah rehabilitasi dan perawatan," kata Pradhan.

Dikutip dari , LG Corp merilis pernyataan di Korea Selatan pada Kamis pagi yang mengindikasikan gas telah berhenti bocor dari pabrik. "Situasi kebocoran gas sekarang terkendali dan kami sedang menjajaki semua cara untuk menyediakan perawatan cepat bagi mereka yang menderita menghirup gas yang bocor," kata pernyataan itu. Hal itu sekaligus mengonfirmasi pabrik tidak beroperasi karena lockdown , tetapi mengatakan ada staf pemeliharaan di fasilitas itu.

"Meskipun benar bahwa pabrik tidak beroperasi karena terkunci, ada pekerja pemeliharaan di dalam," kata juru bicara perusahaan kepada AFP di Seoul. "Seorang pekerja pada shift malam menemukan kebocoran dan melaporkannya," imbuhnya.

Real Madrid Sudah tak Masukan Nama Paul Pogba Sebagai Pemain Buruan

Previous article

Begini Nasib Gerai McDonald’s Sarinah Renovasi dari Juni 2020

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *