Metropolitan

Korban Benarkan Pelaku yang Tabrak Skuter Listrik Anak dari Anggota DPD RI

Ketiga korban sekaligus saksi mata insiden tabrakan skuter listrik GrabWheels membenarkan pelaku yang menabrak mereka adalah salah satu anak dari anggota DPD RI Sumatera Barat. Satu dari korban sekaligus saksi mata Sri Wulandari (18) mengatakan, pihaknya mengetahui identitas ibu pelaku penabrak saat menyambangi para korban di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr Mintohardjo, Benhil, Jakarta Pusat selang beberapa jam insiden berlangsung. "Iya ada (membesuk) atas nama Ibu Emma Yohanna, DPD RI Sumatera Barat," kata Wulan saat ditemui seusai mejalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Ditlantas Polda Metro Jaya (PMJ), Kamis (13/11/2019) dini hari.

Dalam insiden itu dua orang lainnya pengguna skuter listrik tewas. Adapun ibu dari pelaku turut menyambangi keluarga dari dua korban tewas bernama Alm. Ammar Nawwar Tri Darma (18) dan Wisnu Chandra Gunawan (18) saat jenazah berada di rumah duka. "Itu ibunya langsung yang datang ke RS," ucap saksi mata sekaligus korban lainnya Relwanda (18) dalam kesempatan yang sama.

Sementara, Ibu pelaku juga turut menjenguk satu dari enam korban bernama Bagus Laksono (18) masih menjalani rawat insentif di RS TNI Angkatan Laut Dr Mintohardjo. "Orang tuanya sudah datang (ke RS). Karena ada saudaranya yang kabarin bukan dari dia sendiri yang ngabarin," katanya. Diberitakan sebelumnya, enam dari pengendara sekuter listrik GrabWheels menjadi korban penabarakan dari mobil sedan bermerk Toyota Camry di bilangan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada Minggu (10/11) dini hari.

Dua dari enam korban, dua lainnya meninggal dunia akibat luka kritis dibagian kepala dan satu korban lainnya harus menjalani rawat instensif dengan luka kritis di bagian lengan. Dalam keadaan mabuk Pengemudi mobil Camry yang menabrak sejumlah pengguna skuter listrik atau otoped elektrik GrabWheels dipastikan oleh polisi sedang mabuk alkohol sehingga kehilangan konsentrasi.

Dua dari sejumlah pengguna skuter listrik yang ditabrak itu dipastikan tewas. DH, inisial dari pengemudi Camry itu menabrak para pengguna skuter listrik di Senayan, Minggu (10/11/2019) lalu. Meski begitu, Ditlantas Polda Metro Jaya tidak menahan DH, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Hal itu dikatakan Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/11/2019). "Setelah kita BAP dan kita tetapkan sebagai tersangka, penyidik menilai bahwa DH, tidak perlu dilakukan penahanan. Sebab penyidik menilai bahwa tersangka, pertama tidak akan melarikan diri, yany kedua tidak akan menghilangkan barang bukti," papar Fahri. Karena sejumlah pertimbangan dari penyidik itulah kata Fahri DH tidak dilakukan penahanan.

Dalam BAP, kata Fahri, pihaknya menyimpulkan bahwa DH tidak konsentrasi sehingga menabrak para korban. "Jadi dia tidak konsemtrasi karena mabuk. Atau mabuknya itu dipengaruhi alkhohol. Ini diperkuat dengan pernyataan dari tersangka maupun dari saksi atau penumpang Camry rekan DH yakni Ltentunya," kata Fahri. Dari keterangan saksi kata Fahri sebenernya saksi menilai DH mampu untuk mengendarai Camry saat itu.

"Tetapi dilihat dari kronologis, ada ketidakhati hatian saat menyalip kendaraan di depannya. Sebab saat menyalip kendaraan, pengemudi harus yakin bahwa pada saat itu, posisi jalur di depannya aman. Dalam kasus ini ternyata ada kendaraan lain yaitu otoped listrik di depannya yang akhirnya ditabrak," papar Fahri.

Wasapadai Gerak-gerik Mencurigakan Ini 8 Tanda Pasangan Punya Selingkuhan

Previous article

Profesi Orangtua Diduga Alasan Tersangka Tak Ditahan Pengemudi Camry Tewaskan 2 Pengguna Grabwheels

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *