Metropolitan

Kementerian Keuangan Sampaikan Rasa Duka Mendalam atas Berpulangnya JB Sumarlin

Kementerian Keuangan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Menteri Keuangan era Soeharto, Johannes Baptista Sumarlin. Hal itu diutarakan Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/2/2020). “Selama mengabdi sebagai bendahara negara, beliau melakukan sejumlah terobosan untuk mengatasi tantangan dan permasalahan ekonomi Indonesia. Gebrakan Sumarlin I berupa pengetatan moneter berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi, bahkan melebihi target di tahun 1988. Sementara itu, Gebrakan Sumarlin II di tahun 1992 mampu menurunkan laju inflasi,” katanya.

“Sampai di penghujung usianya, Beliau masih aktif menyumbangkan pemikiran terhadap ekonomi Indonesia. Beliau meyakini bahwa nilai nilai dan kearifan Indonesia perlu diterapkan secara langsung pada sistem ekonomi kita, serta bahwa sektor sektor strategis perlu dikuasai negara untuk dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat,” sambungnya. Frans menyebut almarhum JB Sumarlin adalah sosok begawan ekonomi dan pejuang bangsa yang telah memberi terang pada masa masa sulit Indonesia. “Sebagai penjaga keuangan negara, kami akan meneruskan fondasi yang telah dibangun beliau bersama para pendahulu, untuk membangun pilar pilar pelayanan kepada rakyat,” tuturnya.

JB Sumarlin berpulang pada Kamis (6/2/2020) pukul 14.15 WIB. Dia menghembuskan napas terakhirnya di RS St. Carolus, Jakarta Pusat. Dalam keterangan keluarga yang diterima lewat pesan singkat WA, diterangkan bahwa jenazah akan disemayamkan di rumah duka MRCC Siloam Semanggi, lantai 36 pada pukul 18.00 WIB. Rencana jenazah akan dimakamkan di San Diego Hills pada Senin (10/2/2020).

Aquarius Terlihat Bahagia Gemini Tampak Khawatir Ramalan Zodiak Besok Jumat 7 Februari 2020

Previous article

Kalau Virus Corona Bisa Dicek Pengamat Intelejen Soleman Ponto Ungkap Bahaya Jika Eks ISIS Pulang

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *