Nasional

Jalani Tes Pembuatan Makalah Capim KPK, Alexander Marwata: Saya Mengarang Bebas Saja

Calon Pimpinan KPK petahana Alexander Mawarta berjalan dari ruang Komisi III DPR RI usai melaksanakan pembuatan makalah dalam rangkaian fit and proper test. Wajahnya tersenyum ketika ditanya soal tes yang dijalankannya. "Ya ini kan mengarang bebas saja kan. Saya mengarang bebas saja," ujar Alexander Mawarta lalu tertawa, Senin (9/9/2019). Alexander Marwata sendiri mengaku tidak melakukan persiapan khusus saat mengerjakan tes tadi.

Namun, dia tak mengatakan apa kesulitan yang dihadapinya dalam membuat makalah tersebut. Dirinya membuat makalah dengan topik 'Peran KPK dalam Melaksanakan Monitoring dan Percepatan Upaya Reformasi di Sistem Pelayanan Publik dan Penyelenggaraan Pemerintah untuk Menciptakan Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel'. Terkait topik tersebut, Alexander Marwata memiliki pandangan tersendiri.

"Kita lihat kan korupsi itu banyak salah satunya karena sistemnya lemah, itu yang diupayakan ada perbaikan sistem tata kelola pemerintahan maupun pelayanan publik, dan itu yang sudah kami lakukan, lewat program program konsultan KPK, perbaikan tata kelola lewat E PTSP," katanya. Namun, dirinya tak memungkiri masih banyak OTT. Terhitung sejak Agustus hingga September, KPK sudah enam kali melakukan OTT yang menjaring kepala daerah hingga jaksa.

"Mahal biaya politik kita itu, kecuali kalau dia ikhlas sudah kelebihan uang dan ikhlas ingin aktualisasi diri. Kita cegah sebaik apa pun sistem kalau persoalannya masih itu (biaya politik mahal), pasti dia akan mencari cara dengan berbagai cara," pungkasnya. Sebanyak10 calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti tes uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper tes) di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin, (9/9/2019). Mereka menjalani test awal berupa pembuatan makalah yang merupakan rangkaian dari fit and proper tes tersebut. Tes pembuatan makalah ini sudah dimulai sejak pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Makalah yang dibuat mengacu pada hasil undian dari14 topik yang telah disiapkan Komisi III DPR. "Jadi mereka membuat makalah berdasarkan topik yang mereka dapat," kata Wakil Ketua Komisi III Herman Hery. Makalah yang selesai mereka buat nantinya akan langsung didalami oleh Komisi III DPR untuk menjadi bahan tes wawancara dalam uji kelayakan dan kepatutan, pada Rabu Kamis, (11/12/2019).

Ada 14 tema makalah untuk para calon pimpinan KPK tersebut, yakni: 1. Perbaikan dan Peningkatan Tata Kelola Organisasi SDM KPK yang sesuai dengan ketentuan Perundang undangan, serta sistem pengawasan terhadap akuntabilitas dan profesionalitas Internal Pegawai KPK. 2. Penguatan kebijakan internal dan pemanfaatan sistem elektronik dan teknologi dalam peningkatan akuntabilitas di bidang penegakan hukum yang sesuai dengan hukum acara pidana dan tata administrasi yang baik.

3. Pencegahan dan pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam, keuangan, dan surnber penerimaan negara lainnya. 4.Peran KPK dalam penguatan aparat penegak hukum di bidang penegakan hukum secara efektif, sinergis, dan profesional melalui kerjasama serta koordinasi dan supervisi. 5. Fokus KPK dalam penguatan arah kebijakan dan implementasi program anti korupsi untuk pengembalian dan pemulihan keuangan negara.

6. Peran KPK dalam melaksanakan monitoring dan percepatan upaya reformasl di sistem pelayanan publik dan penyelenggaran pemerintah untuk menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dan akuntabel. 7. Penyelesaian utang perkara yang besar dan menarik perhatian masyarakat di KPK secara menyeluruh dalam rangka pengembalian aset negara serta menimbulkan efek jera. 8. lnovasi dan strategi pencegahan korupsi bersama seluruh pihak secara sinergis dan efektif dalam menciptakan reformasi budaya koruptif dan pengenalan resiko korupsi di Indonesia.

9. Efektlfitas strategi nasional pencegahan korupsi di sektor keuangan negara, perizinan dan tata niaga, dan penegakan hukum dan reformasi birokrasi dari pendekatan dampak dan capaian target program anti korupsi KPK. 10. Pola Implementasl tugas dan wewenang KPK yang seusai dengan asas kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas. 11. Penguatan peran sektor swasta dan korporasi dalam membantu penciptaan budaya dan pendldikan anti korupsi.

12. Evaluasl penindakan KPK: Ketergantungan KPK pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan kesulitan pengungkapan perkara secara menyeluruh. 13. Kewenangan pemberian SP3 sebagai bentuk perwujudan asas : keseimbangan, profesionalisme, keadilan, dan kepastian hukum dalam penegakan hukum. 14. Pentingnya pengawasan pelaksanaan kewenangan dan etik seluruh pegawai termasuk pada upaya paksa dan penyadapan yang sesuai dengan ketentuan Perundang undangan.

Sementara, 10 nama calon pimpinan KPK yang mengikuti tes pembuatan makalah adalah: 1. Alexander Marwata – (Komisioner KPK) 2. Firli Bahuri – (Anggota Polri) 3. I Nyoman Wara – (Auditor BPK) 4. Johanis Tanak – (Jaksa) 5. Lili Pintauli Siregar – (Advokat) 6. Luthfi Jayadi Kurniawan – (Dosen) 7. Nawawi Pomolango – (Hakim) 8. Nurul Ghufron – (Dosen‎) 9. Roby Arya – (PNS Sekretaris Kabinet) 10. Sigit Danang Joyo – (PNS)

Bangganya Saningrat, Penarik Becak yang Bisa Luluskan Putrinya Hingga Dapat Gelar Doktor

Previous article

Djarum Larang Atletnya Merokok

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *