Internasional

Gerebek Pabrik Pemrosesan Kayu di Ibaraki Jepang, Imigrasi Tangkap 8 WNI Ilegal, Dua Lainnya Kabur

Sepuluh petugas Imigrasi Tokyo menggerebek sebuah pabrik pemrosesan kayu di Perfektur Ibaraki Jepang dan menemukan 10 WNI ilegal termasuk yang menggunakan visa namin (visa suaka). Dua WNI ilegal kabur ke gunung ke hutan hutan tidak tertangkap. Sisanya ditahan di tahanan imigrasi Jepang. Transaksi mobil bekas tersebut termasuk di dalamnya mobil curian.

Umumnya dipalsukan dengan nama oknum orang Jepang Koichi Nakazato (41), domisili di Shimotsuma Ibaraki, yang juga ikut ditangkap pihak kepolisian Jepang beserta pemimpinnya warga Sri Lanka bernama Roku Ryanage Ruchira Kasun Cabral (33). Antara bulan Februari hingga Maret 2015 mereka mendaftarkan berbagai mobil bekas ke Kementerian Transportasi Jepang dengan nama yang sama, menggunakan nama Nakazato. Lalu dijual kepada orang asing termasuk para warga Indonesia yang tinggal di Jepang secara ilegal.

Dari sanalah mulai terungkap sejumlah orang Indonesia sedikitnya 6 mobil bekas dibeli WNI tersebut di Ibaraki. Mobil dipakai ke tempat kerja di sebuah pabrik pemrosesan kayu di Ibaraki. Satu tim imigrasi Tokyo dengan surat tugas penangkapan dari Pengadilan Tokyo akhirnya menggerebek pabrik tersebut.

Sebanyak 10 orang Indonesia berlarian berusaha kabur termasuk sepasang suami istri (suami pakai kaos hitam dan istri kaos putih) ditangkap dalam penggerebekan mendadak tersebut. Dua pria kabur ke arah gunung dan hutan dan tak terkejar petugas imigrasi. Sampai saat ini masih terus dalam pencarian dan data mereka telah diperoleh pihak imigrasi.

Pemilik pabrik mengaku mendapatkan mereka semua dari perusahaan Recruitment yang mengajukan data mereka beserta fotocopy Zairyu Card (ZC) masing masing. Setelah diperiksa pihak imigrasi Tokyo, ternyata ZC yang dimiliki para tenaga kerja Indonesia tersebut palsu. Pencarian dan pengerebekan semakin aktif dilakukan pihak Imigrasi Jepang menjelang Olimpiade tahun depan.

Beberapa kantong tempat berkumpul para WNI ilegal sudah diketahui tim khusus Imigrasi Jepang, tinggal soal waktu saja untuk penangkapan lebih lanjut. "Diharapkan segera mereka sadar dan menyerahkan diri ke imigrasi terdekat segera sebelum sampai ditangkap yang berisiko hukuman jauh lebih berat lagi," kata sumber itu. Pengguna kartu ZC palsu yang dilakukan WNI ilegal di Jepang diperkirakan saat ini mencapai seribuan orang dan tersebar di berbagai tempat di Jepang sejak penyebaran ZC palsu tahun 2014.

Sedikitnya 25 WNI yang melakukan jual beli kartu ZC palsu telah ditangkap polisi Jepang. ZC palsu diperjualbelikan dengan harga sekitar 20.000 yen per kartu. Harga ZC palsu di pasar gelap Jepang antara 13.000 yen hingga 50.000 yen per lembar.

Dibuat oleh China dengan percetakan diduga dibuat di Hong Kong. Terakhir 24 Juli 2019 lalu seorang adik kakak Wapi Wilsa (39) dan Arianto Wilsa (23) juga telah ditangkap polisi yang menemukan banyak ZC palsu saat penggerebekan di rumahnya. Sementara itu dari data Kepolisian Jepang tercatat, wanita WNI yang diperdagangkan ke dunia prostitusi Jepang tertangkap polisi sebanyak 61 orang antara April 2005 sampai dengan Juni 2019. Dunia kerja di Jepang didiskusikan dengan aktif dapat diikuti gratis oleh semua orang melalui facebook:

Nasib Marquez di MotoGP Inggris 2019: Disalip Rins di Tikungan Terakhir, Motor Kehabisan Bensin

Previous article

Remaja 13 Tahun Tewas Gantung Diri Karena Stres Selesaikan PR dari Sekolah

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *