Sport

Ganda Putri Denmark Mengaku Mati Kutu Hadapi Strategi Greysia Polii/Apriyani Rahayu Kalah di Final

– Ganda putri Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen memuji permainan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkannya di laga final Indonesia Masters 2020, Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020). “Pertandingan yang sangat sulit. Mereka (Greysia and Apriani) bermain sangat sangat baik,” kata Sara dalam sesi konferensi pers pascalaga. “Sekarang tentunya kami merasa sangat kecewa. Kami sempat match point terlebih dahulu di set ketiga. Tentunya kami kecewa tidak bisa memenangkan pertandingan namun selamat untuk lawan kami. Mereka menyulitkan kami di akhir,” lanjutnya.

Sementara itu, Maiken mengatakan bahwa cara bermain Greysia/Apriyani di laga penentu ini dilakukannya secara sabar dan baik. Strategi bertahan yang diterapkan Greysia/Poiii pun mampu membuat pasangan Denmark itu terpancing dan mulai bernafsu untuk mamatikan lawan. Namun, kata dia, strategi Greysia/Apriyani diakui membuat mereka mati kutu.

“Mereka memiliki defense yang sangat baik di akhir pertandingan. Kami tidak bisa menembusnya,” kata Maiken. “Dan kami sedikit terlalu bernafsu untuk terus memberikan smash walaupun seharusnya memberikan variasi bola di bagian belakang lapangan,” jelasnya. Usai laga ini, Maiken mengatakan dirinya bersama Sara ingin fokus mengembalikan kondisi tubuhnya untuk bisa menjalani turnamen turnamen selanjutnya.

Terdekat mereka akan turut serta pada di Thailand Masters yang dihelat pada 21 26 Januari 2020. “Kami akan menikmati sisa malam ini and lalu beristirahat. Dan kami akan lihat selanjutnya,” “Ini akan menjadi tiga bulan yang panjang dengan jadwal turnamen yang cukup banyak. Dan kami harus siap untuk semua turnamen itu. Sekarang yang kami pikirkan hanyalah beristirahat,” pungkasnya.

Sama-sama ‘Kehilangan’ Gelar Kerajaan Meghan Markle-Harry ‘Ikuti’ Jejak Putri Diana

Previous article

Ini Alat yang Canggih PSI Kritik Rencana Anies Baswedan soal Toa Banjir Relawan Jakarta Maju

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *