Nasional

Dosen di New York Suami Politisi Tsamara Amany yang Punya Banyak Penghargaan Ismail Fajrie Alatas

Inilah sosok Ismail Fajrie Alatas, pria yang baru saja menikahi politisi PSI Tsmara Amany. Bukan orang sembarangan. Kebahagiaan tengah menyelimuti politisi PSI Tsmara Amany dan pasangannya, Ismail Fajrie Alatas. Tsamara Amany dan Ismail Fajrie Alatas baru saja melangsungkan pernikahan pada Sabtu (19/10/2019).

Pernikahan Tsamara Amany dan Ismail Fajrie Alatas turut menghadirkan wakil ketua terpilih Indonesia periode 2019 2024, Maruf Amin. Maruf Amin hadir sebagai saksi pernikahan mereka. Tidak hanya Maruf Amin, hadir pula Sinta Nuriyah Wahid, istri dari Presiden Indonesia keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Baik Tsamara maupun Ismail Fajri, masing masing membagikan momen pernikahan mereka. Ucapan terima kasih dan rasa syukur pun diucapkan setelah keduanya sudah sah menikah. Tak lupa Tsmara dan Ismail Fajri mengucapkan terima kasih pada para tamu undangan, khususnya untuk Maruf Amin dan Sinta Nuriyah Wahid.

"Alhamdulillah SAH @ifalatas. Terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden terpilih K.H Ma’ruf Amin & Ibu yang sudah menjadi saksi & menghadiri akad nikah kami. Terima kasih juga kami ucapkan untuk Ibu Shinta Nuriyah Wahid yang telah hadir & mendoakan kami,"<span></span>tulis Tsamara Amany.

Begitu juga Ismail Fajrie, ia juga membagikan kebahagiaan setelah menikahi Tsmara. "Pada pagi hari 10/19/19, saya menikahi @tsamaradki yang luar biasa. Terima kasih untuk semua yang telah datang ke nikah kami.

Kami berterima kasih kepada Wakil Presiden Indonesia, KH Ma'ruf Amin dan mantan Ibu Negara, Ibu Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, yang telah memberi kami rahmat atas kehadiran mereka,"<span></span>tulisnya lewat postingan foto. Mengenai momen bahagia tersebut, banyak yang mengucapkan selamat untuk keduanya. Doa yang baik juga membanjiri postingan Tsamara maupun Ismail Fajrie.

Terlepas dari momen pernikahan mereka, Ismail Fajrie Alatas ternyata bukan orang biasa. Ia merupakan orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki beragam penghargaan. Ismail Fajrie Alatas adalah pria keturunan Arab namun lahir<span></span><span>di Semarang, Jawa Tengah.</span>

Ia merupakan seorangdosen di New York University. Lewat biografi Instagramnya, Ismail Fajrie mencantumkan keterangan, bahwa ia merupakan Profesor di bidang Antropologi dan Sejarah Timur Tengah. "Anthropologist, Historian, Professor of Middle Eastern & Islamic Studies, New York University." tulisnya di profil Instagram.

Tsamara dan Ismail Fajrie terpaut usia yang cukup jauh yakni 13 tahun. Ismail Fajrie lahir pada 18 September 1983 (36 tahun) di Semarang. Sedangkan Tsamara lahir pada 24 Juni 1996 atau berusia 23 tahun.

Ismail Rajrie merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama Al Ikhlas, Jakarta dan Sekolah Menengah Atas Khalid Islamic College of Victoria, Australia. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya dengan menempuh pendidikan S1 jurusan Sejarah di University of Melbourne, Australia/ B.A. (Hons.), University of Melbourne. Selesai S1, ia kembali melanjutkan pendidikan S2 di National University of Singapore.

Sedangkan S3, Ismail Rajrie melanjutkan kuliah di University of Michigan, Amerika Serikat, dengan jurusan Antropologi. Di Universitas tersebut ia mendapatkan gelar Ph.D nya dalam bidang Antropologi dan Sejarah. Berikut penghargaan yang dikantonginya :

Charlotte W. Newcombe Beasiswa Disertasi Doktor, Yayasan Beasiswa Nasional Woodrow Wilson, 2014 2015. Beasiswa Penelitian Disertasi Internasional, Dewan Riset Ilmu Sosial, 2011 2012. Penghargaan Penelitian Internasional Rackham, Sekolah Pascasarjana Horace H. Rackham, Universitas Michigan, Ann Arbor 2011.

Internasional Persekutuan Individual Lembaga, Institut Internasional, Universitas Michigan, 2009. Ismail Fajrie Alatas ternyata pernah aktif menulis dan menerbitkan buku. Selain buku, Ismail Fajrie juga banyak menulis artikel jurnal, entri ensiklopedia, bab buku hingga tulisan online.<span></span>

PT Inuki & Timah Tandatangani MoU di Kementrian BUMN

Previous article

Melalui Tukar Sampahmu Lindungi Dirimu Program Inovasi Tingkatkan Penetrasi Asuransi

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *