Bisnis

Dewas BPJS TK Sebut Indonesia Punya Ketangguhan Sosial Dan Ekonomi

Program jaminan sosial wujud nyata kehadiran negara bagi seluruh lapisan rakyat. Demikian Penegasan Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatulloh, disela sela acara kunkernya di Kanwil Jawa Barat, saat menerima aspirasi dalam acara dialog jaminan sosial dan kebangsaan di Bandung, Selasa (12/3/2019). Lebih lanjut, Poempida menambahkan, program jaminan sosial ditujukan bagi kesiapan peserta menghadapi risiko yang tidak terduga muncul dàn dialami oleh rakyat, khususnya, para pekerja di sektor bukan penerima upah.

Sektor ini, kata mantan anggota DPR RI ini, ke depannya harus menjadi perhatian utama dari BPJS Ketenagakerjaan guna dilindungi aktifitas bekerjanya. "Jam kerja yang fleksibel serta jenis pekerjaan yang beragam diyakini akan bertambah banyak jumlah kepesertaannya," ujar politikus Golkar itu. dikutip dalam keterangan tertulisnya. Pada saatnya pun, imbuhnya, BPJS Ketenagakerjaan harus memliki RENSTRA yang benar benar strategis dan mampu pula mengakomodasi perubahan di era disrupsi.

Penggunaan kecerdasan artifisial akan bisa menggeser keseharian aktifitas yang dilakukan oleh manusia. Cakupan program jaminan sosial harus bisa melindungi kepentingan rakyat pekerja di sektor ini nantinya," kata Poempida. Hadir di acara ini, lapisan pekerja bukan penerima upah (bpu) dari berbagai unsur pedagang kecil, ukm, purna pekerja migran, penulis, digital marketing, serta fasilitator fasilitator penyedia air minum dàn sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) di tingkat kabupaten hingga desa di area Jawa Barat.

Di acara ini, Poempida Hidayatulloh juga menyampaikan visi kebangsaannya soal ketangguhan Indonesia di era globalisasi. Poempida meyakini dari berbagai indikator yang ada, Indonesia mampu menghadapi setiap tantangan ekonomi dunia secara optimistik. "Indonesia bukan Yunani. Indonesia kaya akan sumberdaya, keunggulan alam dan ketangguhan serta kreatifitas penduduknya. Hingga kini, dari sisi GDP (PPP), paritas (keseimbangan) daya beli Indonesia masih berada di urutan ke delapan di dunia, setelah negara negara maju seperti Cina Amerika, Jepang", tegas Poempida.(*)

Menlu Ungkap Pertemuan Jokowi dan Siti Aisyah di Istana Merdeka

Previous article

Jadi Juri Rising Star Indonesia, Maia Estianty Kenakan Baju Harga Fantastis

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *