Kesehatan

dari Tomat Hingga Kacang-Kacangan 5 Makanan Ekonomis Ini Dipercaya Bisa Perpanjang Umur

Berbagai makanan memiliki banyak manfaat dan dianggap bisa membuat umur menjadi panjang, simak beberapa makanan yang bisa memperpanjang umur berikut ini. Makanan yang kita konsumsi dapat memberi pengaruh besar terhadap tubuh dan kesehatan. Kebutuhan nutrisi setiap hari bisa didapatkan dari berbagai makanan yang dikonsumsi.

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, makanan juga bisa membawa dampak buruk juga untuk tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan atau saat tubuh dalam kondisi tertentu. Bahkan, penyakit kardiovaskular banyak disebabkan karena makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Maka, penting untuk menjaga pola makan dan makanan yang dikonsumsi sehari hari.

Tetapi, tidak semua makanan bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Berbagai makanan sebenarnya memberi dampak baik untuk kesehatan asalkan komsumsinya tidak berlebihan. Bahkan, beberapa makanan berikut ini dipercaya sehat dan membuat umur panjang.

Apa saja makanan yang dipercaya bisa membuat umur menjadi panjang? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah makanan yang dipercaya bisa memperpanjang umur. Tomat terkenal dengan kandungan nutrisinya yang baik untuk kesehatan.

Kandungan likopen, vitamin C, E, beta karoten dan antioksidan sangat melimpah. Likopen yang terkandung dalam tomat bersifat melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker dan penyakit kardiovaskular. Likopen lebih mudah diserap oleh tubuh apabila tomat dimasak terlebih dahulu.

Maka sangat disarankan agar tomat dikonsumsi dalam keadaan dimasak. Buah beri merupakan jenis buah buahan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehartan. Menurut Verywell Health, memakan buah beri selama beberapa minggu setiap hari mampu memperbaiki tekanan darah, tanda tanda stres oksidatif, kolesterol LDL dan kolesterol total.

Buah beri juga dipecaya memiliki sifat anti kanker dan merupakan buah yang sangat baik untuk otak. Bahkan buah beri terbukti bisa membantu mencegah penurunan kognitif pada otak yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Kacang kacangan memiliki banyak kandugan nutrisi seperti lemak sehat, protein nabati, serat, antioksidan, pitosterol, dan mineral.

Selain itu, kacang kacangan juga merupakan makanan yang memiliki indeks glikemik rendah sehingga mampu menguranhi beban glikemih dari seluruh makanan serta aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Kacang memang memiliki kalori yang cukup tinggi, tetapi konsumsi kacang bisa menurunkan berat badan karena kacang dipercaya mampu menekan nafsu makan dan membuat jantung sehat. Selain itu, konsumsi kacang kacangan bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 35 persen.

Ikan berlemak seperti salmon dan tuna merupakan ikan yang baik untuk kesehatan tubuh. Ikan berlemak mengandung asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung. Bahkan, asam lemak omega 3 bisa membantu melawan peradangan yang merusak DNA.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Hawaii menemukan bahwa ikan yang dikonsumsi dengan direbus atau dipanggang bisa menurunkan risiko masalah jantung hingga 23 persen. Cokelat yang manis dan disukai banyak orang ini ternyata juga kaya akan manfaat. Menurut penelitian yang dilakukan di Harvard tahun 1999 pada 8000 orang peserta, menemukan bahwa laki laki yang mengonsumsi coklat tiga kali dalam sebulan memiliki hidup yang lebih lama daripada yang tidak.

Selain itu, pada studi tahun 2009 tyang dilakukan oleh Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, pasien yang memiliki penyakit jantung yang rutin mengonsumsi cokelat setidaknya seminggu sekali, 44 persen lebih kecil berkemungkinan meninggal selama delapan tahun kedepan sibandingan dengan mereka yang tidak. Menurut peneliti, manfaat cokelat dimungkingkan karena coklat mengandung flavonol yaitu antioksidan yang ada dalam biji kakao.

Iran Siap Tembakkan Ratusan Rudal Jika Amerika Serikat Lakukan Serangan Balasan

Previous article

Panduan menuju Indo Dynasty Paintball Park Beserta Harga Tiket Masuk buat Liburan Akhir Pekan

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *