Nasional

Cegah Perilaku Penyimpangan dan Trauma, Polisi bakal Dalami 50 Korban Pencabulan oleh Napi

Pascamenangkap narapidana bernama TR yang menjadi pelaku childs grooming atau kejahatan seksual terhadap 50 anak, polisi tak berdiam diri. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan pihaknya akan mendalami dan mencari tahu siapa saja 50 korban tersebut. "Langkah langkah kepolisian saat ini bukan hanya mendalami persoalan kasusnya, tapi kita juga ingin mengetahui siapa siapa 50 korban anak anak itu yang ada pada jangkauan si tersangka," ujar Asep, dalam diskusi bertajuk ' Childs Grooming & Darurat LGBT' di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

Ia menegaskan hal itu perlu dilakukan untuk mencegah para korban 'terjebak' dalam peristiwa ini atau menularkannya kepada orang lain sehingga timbulah korban lain. Maka dari itu, mantan Kapolres Bekasi Kota itu menilai para korban perlu pendampingan dan rehabilitasi agar diketahui apabila ada perilaku penyimpangan atau trauma. "Kita juga menghindari ada perilaku penyimpangan penyimpangan lain dan jangan sampai kepada anak anak ini kemudian pada masa depannya akan terganggu karena peristiwa peristiwa yang traumatis yang dia alami saat ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Asep menilai angka yang terungkap oleh kepolisian terkait kejahatan seksual hanyalah sebagian kecil saja. Maka dari itu, ia mengimbau agar orang tua mampu menjadi pilar dan benteng untuk menghindarkan anak dari pelaku kejahatan seksual. "Yang utama bahwa pilar paling penting dalam kehidupan sosial kita ini adalah keluarga, yang bisa membentengi anak anak kita terhindar dari pelaku gloomer ," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus pelaku pencabulan anak yang berinisial TR (25) melalui media sosial atau grooming . Tersangka sendiri sebenarnya adalah narapidana yang tengah menjalani hukuman bui akibat kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Ia baru menjalani vonis 2 tahun dari putusan 7 tahun 6 bulan.

Wadirtipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Asep Safrudin, mengatakan awal mula kasus ini ditelusuri berasal dari laporan KPAI tentang adanya guru yang mengadu akun media sosialnya dipalsukan. Berdasarkan penyelidikan, tersangka TR ternyata membuat akun palsu yang serupa dengan guru tersebut. Bermodalkan mengambil foto seorang guru di akun Instagram, tersangka lalu membuat akun baru dengan mengatasnamakan guru tersebut.

"Tersangka melakukan profiling, ibu guru x ini follower nya di IG ada berapa banyak, yang anak anak ada berapa banyak, kemudian setelah tersangka mendapatkan akun anak, di follow sehingga anak ini jadi followers akun palsu," ujar Asep, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019). Kemudian, tersangka mulai menghubungi para murid guru tersebut via Direct Message (DM) untuk meminta nomor WhatsApp dari masing masing korban. Setelahnya, kata Asep, tersangka meminta para korban melakukan sejumlah perintah tertentu hingga mengirim foto atau video cabul melalui aplikasi percakapan WhatsApp itu.

"Setelah berkomunikasi, tersangka memerintahkan ke anak untuk melakukan kegiatan untuk melakukan apa yang diperintahkan. Apa yang diperintahkan? Yaitu membuka pakaian kemudian lebih dari itu si anak disuruh menyentuh bagian intimnya," ucapnya. Menurutnya, dari penelusuran tim Siber Bareskrim ada 50 anak yang telah berhasil diidentifikasi menjadi korban. Namun masih banyak pula yang belum teriidentifikasi. Pasalnya, ada lebih dari 1.300 foto dan video cabul yang dimiliki oleh tersangka.

"Hasil penelusuran lebih dari 1.300 dalam akun email nya tersangka ada 1.300 foto dan video, semua anak tanpa busana, yang sudah teridentifikasi ada 50 anak dengan identitas berbeda," tandasnya. Atas perbuatannya, kepolisian menjerat tersangka dengan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 29 UU Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Ramalan Zodiak Besok Minggu 4 Agustus 2019 Virgo Mujur, Capricorn Tertekan, Zodiakmu Bagaimana?

Previous article

Gandeng Taj Mahal, Rumah Edukasi Penyandang Diabetes Resmi Dibuka di Jakarta

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *