Metropolitan

Bukan Urusan Kita Lagi Buat Penonton Tertawa Sekda DKI Berbelit saat Ditanya soal Banjir Jakarta

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah dicecar Presenter Najwa Shihab saat menjadi bintang tamu dalam acara Mata Najwa , Rabu (26/2/2020). Pada kesempatan itu, Saefullah mengaku tak mau menyalahkan hujan terkait banjir yang kini merendam wilayah Ibu Kota itu. Menurut Saefullah, hanya orang yang memiliki tingkat kepandaian rendah yang menyalahkan hujan sebagai menyebabkan banjir.

Mulanya, Saefullah mengklaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sudah melakukan banyak upaya untuk menanggulangi banjir. "Untuk pengendalian banjir ini, pintu pintu air yang paling sentral itu adalah di Manggarai," kata Saefullah. "Kami sudah buka posko sejak banjir pertama, seluruh informasi dari BMKG kita semua di situ dan kita semua terkoneksi dengan cctv di tempat yang kita anggap strategis"

Pernyataan Saefullah itu pun langsung ditanggapi oleh Najwa Shihab. "Tapi terjadi juga banjir kedua, berarti tidak maksimal," kata Najwa Shihab. Terkait hal itu, Saefullah menyatakan banjir sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Karena itu, Saefullah menyebut Pemprov DKI Jakarta tak memiliki urusan. "Kalau soal datangnya banjir itu kan BMKG memperkirakan, besarnya segala macam itu dihitung juga secara teknis, teori ilmu alam," kata Saefullah. "Tetapi begitu hadir itu bukan urusan kita lagi."

Pernyataan Saefullah itu justru dipertanyakan oleh Najwa Shihab. "Yang bukan urusan pemprov itu yang mana ya?," tanya Najwa Shihab. "Kalau sudah masuk kepada hujan, hujan sudah turun," jawab Saefullah.

Namun, belum selesai Saefullah menjawab, Najwa Shihab kembali memotong pernyataannya. "Bukan urusan pemprov lagi?," tanya Najwa Shihab. "Urusan pemprov," tegas Saefullah. "Yang tadi bapak bilang bukan urusan pemprov yang mana?," kata Najwa Shihab.

Menjawab pertanyaan Najwa Shihab, Saefullah justru menyinggung soal guyuran hujan di sejumlah wilayah. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta tak memiliki kuasa untuk mencegah hujan di sejumlah daerah. "Yang bukan urusan pemprov adalah kenapa hujan itu turun di Pulau Jawa, kenapa hujan itu turun di Bandung, hujan itu turun di Jakarta, itu bukan urusan kita," kata Saefullah.

Namun, ucapan Saefullah itu kembali dipertanyakan Najwa Shihab. "Jadi ini menyalahkan hujan yang turun?," tanya Najwa Shihab mencecar. Ucapan Najwa Shihab itu pun langsung memancik gelak tawa penonton.

"Tidak ada, saya rasa cuma orang yang IQ nya di bawah 100 yang menyalahkan hujan," ujar Saefullah. "Kita enggak menyalahkan siapa siapa, kalau hujan turun di Surabaya masa urusan Pemprov DKI?," sambubgnya. Pada kesempatan itu, sebelumnyaPolitisi PDIP Johny Simanjuntak menilai kinerja Anies masih sangat lamban.

Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Fraksi PDIP itu menganggap Anies Baswedan kini sudah kehilangan arah. Kinerja Anies Baswedan dinilai tidak lagi sesuai dengan visi dan misinya. Tidak hanya Anies, jajaran aparatur Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga dinilai lambat.

"Gubernur sekarang ini beserta jajarannya sangat lambat menanggapi banjir," kata Johny. Johny lalu membahas soal aksi gugatan class action warga DKI. Gugatan tersebut diajukan oleh sekelompok warga DKI korban banjir yang menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Mereka menuntut tidak adanya sistem peringatan dini dan penanganan darurat banjir yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Johny menegaskan dirinya mendukung adanya aksiclass action. Ia setuju pemerintah harus membayar ganti rugi sebab menurutnya pemerintah memang lalai dalam penanganan banjir di Ibu Kota.

Johny kemudian mengatakan kondisi Anies saat ini sudah tidak memiliki tujuan yang jelas. "Gubernur kita ini sekarang mengalami semacam kesamaran arah, kiblatnya sudah enggak jelas," ujarnya. Kiblat yang dimaksud oleh Johny adalah visi dan misi.

Visi misi tersebut dijelaskannya berasal dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang kemudian diteruskan dalam bentuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga pada akhirnya direaliasasikan sebagai program kerja. Melencengnya Anies dari tujuannya, disebut Johny disebabkan karena mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu terlalu berfokus pada program sepele. Program sepele tersebut di antaranya adalah pembuatan jalur sepeda dan Formula E, serta program program lain yang serupa.

"Karena muncul program program dadakan, karena memang dia tidak punya arah yang jelas, muncul lah program berautifikasi, seperti bikin jalur sepeda, Formula E, dan sebagainya," papar Johny. Johny lanjut membandingkan era Ahok dan Anies, ia mengatakan sepanjang ada tujuan yang jelas, sebenarnya banjir di Jakarta bisa dikurangi. "Kalau jelas itu arahnya ada, sebenarnya bisa dikurangi," ujarnya.

"Karena di eranya Ahok itu hampir tinggal 50 titik, sekarang kan penambahan lagi, itu yang sebenarnya kita sesalkan," sambung Johny.

Vivo Z6 5G Siap Dirilis 29 Februari 2020 Daftar Harga Terbaru HP Vivo Akhir Bulan Februari 2020

Previous article

Coba Campurkan dengan Lidah Buaya hingga Kentang Berikut 4 Masker Wajah Berbahan Dasar Tomat

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *