Kesehatan

Buatan Manusia hingga Tingkat Kematian 7 Mitos Tentang Virus Corona

Simak tujuh mitos terkait dengan virus corona, mulai disebut buatan manusia hingga orang yang terkena akan mati. Kepanikan terjadi di seluruh dunia terkait dengan kemunculan virus corona atau Covid 19. Ada banyak klaim, teori konspirasi, serta misinformasi yang beredar di media sosial.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut fenomena itu sebagai " " Jejaring sosial seperti juga berjuang untuk meningkatkan informasi yang kredibel dan menghapus konten konten yang bisa membingungkan seseorang. Seperti yang dilansir , berikut adalah mitos, disinformasi tentang virus corona disertai fakta sebenarnya.

Saat virus corona mewabah, muncul teori bahwa virus itu bukan muncul dari alam, melainkan diciptakan di lab. Rumor tersebut berasal dari akun akun media sosial yang tidak terverifikasi tanpa disertai bukti yang kredibel. Ada versi cerita yang populer yang menyatakan sebuah lab di China tengah membangun senjata biokimia yang ternyata bocor.

Ada pula yang berkata virus corona berasal di Amerika, di mana banyak warga Amerika yang meninggal dunia musim ini bukan karena flu biasa melainkan Covid 19. Para ilmuan di China dan Amerika tentu saja menyangkal teori tersebut, meski menghentikannya cukup sulit. Ahli sedang mencari tahu sumber sebenarnya virus corona, namun penelitian mengindikasikan kemungkinan besar virus ini berasal dari kelelawar sebelum melompat ke manusia, seperti "saudara" Covid 19, yaitu SARS yang mewabah tahun 2003 lalu.

Bawang putih memang baik untuk kesehatan, begitu juga air dan vitamin C. Namun, menyatakan belum ada bukti bahwa makan bawang putih, minum air putih tiap 15 menit atau minum vitamin c dapat melindungi orang orang dari virus corona. Beberapa bahkan ada yang menggunakan minyak essens, koloid perak dan steroid. Beberapa postingan menyarankan meletakkan minyak wijen di tubuh atau menyemprotkan diri dengan alkohol atau klorin yang akan membunuh virus.

Itu juga salah. Ada beberapa disinfektan kimia, termasuk pemutih, etanol 75%, asam perasetat dan kloroform, yang dapat membunuh virus di permukaan. Tetapi jika virus sudah masuk ke dalam tubuh Anda, menyemprotkan zat zat itu di kulit atau di bawah hidung Anda tidak akan membunuh virus itu, justru tindakan itu sebenarnya bisa berbahaya.

Saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona. Penelitian sedang berjalan, vaksin mungkin baru tersedia dalam satu tahun. Cara terbaik untuk melindungi diri Anda saat ini adalah melakukan apa yang Anda lakukan setiap musim flu.

Jaga jarak setidaknya satu meter dari siapa pun yang mungkin terinfeksi. Sering seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Tutupi mulut dan hidung Anda ketika Anda batuk atau bersin dengan siku atau tisu yang harus Anda buang segera setelahnya.

Desinfeksi benda benda dan permukaan yang Anda sentuh. Jika Anda memiliki gejala yang terasa lebih buruk daripada pilek biasa, segera cari pertolongan medis. Menurut CDC dan WHO, orang orang yang sehat tidak perlu pakai masker.

Dokter Dr. Jerome Adams menyatakan masker bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus juga tidak digunakan dengan benar. Masker seharusnya hanya dipakai oleh mereka yang memiliki virus corona dan menunjukkan gejala demi melindungi orang lain dari infeksi. Orang lain yang benar benar perlu memakai masker adalah petugas kesehatan dan orang yang sedang merawat seseorang yang terinfeksi virus corona, menurut CDC.

Membeli masker wajah dan respirator ketika Anda merasa baik baik saja hanya akan membuat stok masker kekurangan dan akibatnya harga meroket. Hal itu mengakibatkan pekerja perawatan kesehatan yang benar benar membutuhkan masker itu, berada dalam bahaya. Pengering tangan tidak dapat membunuh virus, menurut WHO.

WHO juga mengatakan bahwa lampu UV tidak boleh digunakan untuk mensterilkan tangan atau area lain dari tubuh karena radiasi dapat mengiritasi kulit. Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengatakan bahwa panas akan membunuh virus sehingga wabah akan hilang pada musim semi. Namun, para ahli kesehatan masyarakat mengatakan belum ada bukti soal pernyataan tersebut.

Silakan bebas bertransaksi jual beli online. Menrima surat atau paket dari China tidak akan membuat Anda berisiko tertular virus corona, menurut WHO. Memang para peneliti masih mempelajari dengan tepat bagaimana virus corona baru menginfeksi manusia.

Tetapi jika dilihat dari coronavirus sebelumnya, virus corona tidak akan bertahan lama pada objek mati. Siapa pun dari segala usia bisa terjangkit virus corona. Meskipun begitu, orang yang lebih tua atau mereka yang sudah sakit sebelumnya tampaknya lebih rentan terhadap infeksi.

Sebagian besar kasus yang dikonfirmasi dari virus corona telah terjadi pada orang dewasa. Namun ada pula anak anak juga telah terinfeksi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Tingkat kematian untuk virus corona hanya sekitar 2 3%, dan para otoritas kesehatan mengatakan jumlah itu diperkirakan akan turun.

Orang yang menderita virus corona biasanya akan sakit dengan penyakit saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejalanya meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam yang bisa berlangsung selama beberapa hari. Sebagian besar waktu, gejala akan hilang dengan sendirinya.

Penyakit ini bisa berakibat fatal tetapi kasus kasus itu lebih jarang. Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang tua dan orang yang sangat muda, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih rendah dan lebih serius, seperti pneumonia atau bronkitis. Mengingat bahwa ribuan orang telah terinfeksi dan pihak berwenang masih berjuang untuk menahan virus ini, bahkan angka kematian 2% pun masih mengkhawatirkan.

‘Mana Ada Sejarahnya Beli Jamu Antre’ Pedagang Ungkap Hebohnya Warga Membeli Jahe

Previous article

Polisi Turun Tangan Viral Seorang Wanita Curhat Jadi Korban Beli Masker Bekas di Apotek

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *