Bisnis

Beromset Miliaran Rupiah kisah Lengkap Terbongkarnya Bisnis Investasi Bodong MeMiles

DitreskrimsusPoldaJatimbongkar praktikinvestasibodongyang dilakukan sebuah perusahaan yang berkantor di kawasan Sunter, Jakarta Timur. Seorang direktur perusahaan berinisial KTM (47) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan seorang kaki tangannya,FS (52) warga Tambora, Jakarta Barat, telah ditetapkan sebagai tersangka. Kapolda Jatim,IrjenPolLukiHermawanmenuturkan, terbongkarnya praktik bisnis curang ini dilakukan oleh pihaknya melalui Patroli Siber DitreskrimsusPoldaJatimbersama pihak lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ini semua hasil patroli siber dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). kami bisa mengungkap ini dan kami akan kembangkan terus," ujarnya di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020). Setelah ditelusuri rekam jejak perusahaan yang bernama PT Kam and Kam itu, diketahui baru berdiri delapan bulan lalu. Luki mengungkapkan, perusahaan tersebut tak mengantongi izin apapun terkait legalitas berdirinya perusahaan yang menjalankan praktik investasi berbasis aplikasi androidMeMiles.

"Ini semua tidak ada izinnya, yang jelas itu," jelasnya. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata perusahaan tersebut sempat melakukan rekrutmen member secara massal melalui kegiatan pameran di Gedung Istora Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 3 November 2019. "Di acara itu ada agenda bagikan reward atau bonus pada member dan ada penyampaian dari seorang master, untuk mengajak gabung pakai aplikasi," tuturnya.

Tak cuma di lokasi itu, ungkap Luki, ternyata MeMiles juga menggelar acara serupa di sebuah hotel di kawasan Waru, Sidoarjo, Jumat (13/12/2019) silam. Kemudian, anggota Subdit Indagsi DitreskrimsusPoldaJatimmelakukan penangkapan terhadap direktur dan seorang kaki tangan kepercayaannya. "Kegiatan itu menghimpun dana dari para member yang dilakukan oleh agen member dan member refereal," ujarnya.

Lantaran proses pemeriksaan terhadap keduanya sedang berlangsung, saat ini sistem di aplikasi Mimiles di smartphone diberhentikan. Selain itu, nomor rekening perusahaan dan seluruh aset perusahaan yang terdiri dari 18 mobil, dua sepeda motor, puluhan ponsel dan belasan laptop disita polisi. Sementara itu, satu di antara korbaninvestasibodongitu, Faldian (40) mengaku, dirinya sempat mengikuti acara pameran yang digelar perusahaan itu di Gedung Istora Senayan waktu itu.

"Saya pas ada kegiatan di situ saya melihat ada acara di Istora Senayan ramai ramai," kata warga Cakung, Jakarta Timur, ini. Namun, Sabtu (18/12/2019), dirinya mendapat kabar jika perusahaan tersebut sedang berurusan denganPoldaJatimdan ternyata, Minggu (19/12/2019), kantor perusahaan tersebut digeledah AnggotaPoldaJatim. Saat ia mencoba membuka aplikasi MeMiles yang terinstal di ponselnya, di hari yang sama. Ternyata aplikasi tidak lagi aktif.

"Nah di tanggal itu saya datang mau komplain, sudah transfer enggak terverifikasi, lho kok kantor tutup. Bingung," ungkap pria berprofesi konsultan perancangan gedung itu. "Waktu diperiksa di kantor polisi kan berapa hari BAP. Saking banyaknya berkas," pungkas pria kelahiran Makassar itu. Penulis: Luhur Pambudi

Amerika Serikat Kirim 3000 Pasukan menuju Timur Tengah Jenderal Iran Qasem Soleimani Terbunuh

Previous article

10 Makanan Sehat Ini Dapat Berbahaya & Mematikan Jika Tidak Diolah dengan betul Apa Saja

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *