Metropolitan

Begini Faktanya Ayam & Kucing Mati Mendadak di Cibarusah Sampai Warga Penasaran Viral Kambing

Sebuah video memunjukkan sejumlah hewan seperti kambing, ayam hingga kucing tergeletak mati disebuah jalanan, kejadian ini sontak membuat heboh warga hingga tersebar di media sosial. Dalam video itu, perekam video menunjukkan sejumlah bangkai hewan yang tergeletak sambil mengatakan hewan tersebut mati mendadak di waktu dan lokasi yang sama. "Assalamualaikum ini melaporkan ada kambing dua yang mati tiba tiba, saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri ada kucing yang langsung mati depan saya sama ayam, ayam dua tolong pak RT dan yang lainnya untuk mengecek ada apa ini sebenarnya," kata sang perekam video.

Kapolsek Cibarusah Kompol Sukarman, saat dikonfirmasi membenarkan perihal kejadian tersebut. Hal ini diketahui terjadi di Perumahan Bumi Cahaya Residen, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Sukarman menjelaskan, di lokasi kejadian, terdapat tiga ekor kambing, dua ekor ayam dan satu ekor kucing mati di lokasi yang saling berdekatan disebuah jalan perumahan. "Itu semua milik warga sekitar hewan hewan tersebut, ada saksi yang melihat awalnya hewan itu kejang kejang lalu mati," ungkap Sukarman.

Kejadian itu sempat membuat heboh warga, pengurus lingkungan setempat langsung melaporkan temuan aneh tersebut ke desa dan sampai ke telingan pejabat kecamatan. "Iya (heboh) mereka lapor ke Muspika (Musyawarah pimpinan kecamatan), setelah itu kita langsung bergerak," ujarnya. Oleh pihak kecamatan, temuan hewan mati mendadak di lokasi yang berdekatan langsung dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupatan Bekasi untuk dicek.

"Malamnya dari Dinas Kesehatan langsung dicek lokasi dan bagkai hewannya diamankan untuk uji laboratorium," terang dia. Kapolsek Cibarusah Polres Metro Bekasi Kompol Sukarman memastikan, hingga kini pihaknya masih melakukan sterilisasi di area penemuan hewan mati secara mendadak di Perumahan Bumi Cahaya Residen, Cibarusah, Bekasi. "Kita sejak kemarin sudah lakukan pengamanan dan sterilisasi di area penemuan hewan mati itu," kata Sukarman saat dikonfirnasi, Rabu, (4/3/2020).

Dia menjelaskan, tim dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bekasi sejak semalam sudah melakukan pengecekan dan evakuasi bangkai hewan untuk keperluan uji laboratorium. Namun hingga kini, garis polisi masih di pasang pihak kepolisian sambil menunggu langkah apa yang akan dilakukan pihak dinas. "Nah kita masih menunggu dari dinas pertanian dan peternakan langkah apa yang harus kita lakukan di TKP," ujarnya.

"Tapi sementara di lokasi saya police line di jalan yang penemuan itu, saat ini masih ditutup belum bisa dilalui info dari dinas mau dilakukan penyemprotan atau desinfektan di TKP penemuan hewan mati," tegas dia. Warga Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi digegerakan dengan penemuan sejumlah hewan seperti kambing, ayam hingga kucing mati mendadak di waktu dan lokasi yang berdekatan. Persitiwa tersebur rupanya terjadi di Perumahan Bumi Cahaya Residen, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, (3/3/2020) kemarin sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Cibarusah Polres Metro Bekasi, Komisaris Polisi Sukarman mengatakan, sejumlah hewan yang mati mendadak di waktu dan lokasi berdekatan itu diduga akibat keracunan. "Informasi yang kita dapatkan dari dokter hewan yang melakukan pemeriksaan melalui alat test itu dinyatakan karena keracunan," kata Sukarman saat dikonfirmasi, Rabu, (4/3/2020). Namun dia belum dapat memastikan sumber makanan atau benda yang meracuni sejumlah hewan tersebut.

"Nah itu (keracunan apa) yang saya tidak tahu, karena dari medis baru menyimpulkan penyebab kematian karena keracunan," ucapnya. Sukarman menjelaskan, di lokasi dekat penemuan bangkai hewan itu memang terdapat rumput, ditambah kawasan perumahan yang belum terlalu ramai membuat hawan hewan peliharaan seperti kambing dan ayam dilepas oleh pemiliknya untuk mencari makan sendiri. "Belum bisa disimpulkan apakah dari sumber rumput atau apa, saya belum bisa pastikan karena kan ketika kemarin hujan di perumahan itu pasti ada lintasan air ketinggiannya bisa 30 sampai 40 cm nah itu air dari mana aja trus melintas," jelas dia.

Adapun kejadian keracunan menurut Sukarman tidak ada saksi yang melihat, warga setempat hanya mengetahui kejadian ketika kondisi hewan sudah kejang kejang tergeletak di jalan. "Memang perumahan itu rumputnya banyak tinggi tinggi, kemudian rumahnya juga belum begitu padat," ujarnya. "Kebetulan matinya di lokasi yang bedekatan di jalan yang sama kemudian rumput di situ jadi belum bisa dipastikan apakah makan rumput atau makan apa karena tidak ada saksi yang tahu, saksi hanya tahu pas hewan terlihat kejang kejang terus mati," tegas dia.

Sukarman menghimbau warga tidak perlu khawatir karena temuan hewan mati mendadak itu bukan karena wabah virus atau semacamnya. "Tidak perlu khawatir, karena kesimpulan dari dokter hewan, hewan hewan itu mati karena keracunan bukan virus atau wabah penyakit dan semacamnya," tegas dia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pertanian memastikan, sejumlah hewan mati mendadak secara bersamaan di Cibrusah akibat keracunan makanan atau minuman di sekitar lokasi penemuan.

Melalui Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian telah melakukan pemeriksaan terhadap bagkai hewan dan lokasi tempat penemuan sejumlah hewan yang mati mendadak di Perumahan Bumi Cahaya Residen, Kecamatan Cibarusah. "Kematian hewan hewan tersebut diduga akibat keracunan dari air atau makanan yang ada di sekitar lokasi yang sebelumnya terkena genangan banjir," kata Dwiyan. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan langkah langkah antisipasi di sekitar lokasi kejadian dengan menyemprotkan desinfektan di sekitar lokasi kejadian serta menguburkan hewan hewanyang mati.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi di sekitar lingkungan terjadinya kematian hewan atau ternak tersebut dan menghimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggembalakan hewan ternaknya di sekitar lokasi kejadian.” paparnya. Kepala Seksi Pengamatan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dwiyan Wahyudiharto mengatakan, Tim dari Bidang Kesehatan Hewan yang sudah datang ke lokasi dan melakukan pemeriksaan. "Kami memastikan bahwa kematian hewan hewan tersebut diduga karena keracunan dan tidak menunjukkan adanya gejala gejala penyebaran penyakit hewan menular seperti flu burung atau antrax," kata Dwiyan dalam keterangan tertulis, Rabu, (4/3/2020).

Dia menjelaskan, kejadian kematian hewan itu terjadi di satu titik yang sama. Hasil pengecekan uji laboratorium juga menunjukkan negatif adanya kematian disbebkan penyakit atau semacamnya. "Kami juga sudah melakukan pemeriksaan uji cepat (Rapid Test) terhadap bangkai unggas (ayam) dan hasilnya juga negatif. Sedangkan pemeriksaan pada kambing dan kucing yang mati juga tidak dijumpai tanda tanda penyakit hewan menular," jelasnya.

Scorpio Menyendiri Hubungan Virgo susah Ramalan Zodiak Cinta Kamis 5 Maret 2020 Cancer Sensitif

Previous article

‘Mana Ada Sejarahnya Beli Jamu Antre’ Pedagang Ungkap Hebohnya Warga Membeli Jahe

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *