Internasional

Balita Ini Terinfeksi Bakteri Mematikan Hanya Gara Gara Mencoba Sepatu Baru Tanpa Kaus Kaki

Malang nasib seorang balita setelah mencoba sepatu di toko, ia malah terkena infeksi . Balita itu diberitakan mencoba sepatu baru tanpa kaus kaki di toko sepatu. Ia mengidap penyakit serius yang mengancam nyawanya setelah terkena . Bakteri itu menempel di kakinya saat ia mencoba memakai sepasang sepatu baru di sebuah toko sepatu di kota Cardiff.

Sudah menjadi hal yang biasa ketika ingin membeli sepatu di toko maka kita akan menjajalnya terlebih dahulu. Namun kisah ini bisa menjadi peringatan keras bagi para orangtua untuk selalu ekstra hati hati saat menjajal seepatu untuk si kecil. Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, sebaiknya para balita menggunakan kaus kaki jika hendak menjajal sepatu yang ada di toko.

Nasib malang itu dialami Sienna Rasul dari Aberfan, Wales Selatan, Inggris. Diberitkan, ibu Sienna, Joddie Thomas (26 tahun), bermaksud membelikan sepatu baru bagi putrinya. Pastinya saat di toko, ia mencoba cobakan beberapa sepatu yang tepat untuk kaki putrinya.

Hanya saja, saat mencoba sepatu, putrinya tidak memakai kaus kaki. Nah, usai berbelanja sepatu, Sienna mulai menangis tanpa henti. Keesokan harinya bakteri yang menginfeksi di kakinya menyebar dan suhu badannya jadi meningkat.

Joddie pun bergegas membawa putrinya ke sebuah rumah sakit. Ibu tiga anak itu jadi kaget karena dokter mendiagnosa putrinya terkena dari bakteri yang ada di sepatu pajangan di toko. Dokter melingkari bagian kaki Sienna yang terkena penyebaran infeksi dengan pena.

Tidak berapa lama di dekat jari manis kaki kanan balita itu seperti ada bisul bernanah warna putih. “Aku benar benar kaget saat dokter bilang penyakit itu akibat mencoba sepatu baru,” cerita Joddie Thomas, seperti dikutip dari Mail Online , Jumaat (21/06/2019). Akibat penyakit itu, Sienna harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama lima hari di Prince Charles Hospital di Merthyr Tydfil.

Dokter berupaya mengeluarkan racun akibat bakteri itu dari kaki Sienna. Joddie bilang, biasanya ia memakaikan kaus kaki tetapi karena itu musim panas, aku memakaikan sandal pada kaki putrinya. Sepatu yang dicobakan untuk putriku telah dicoba pula pada balita lain dan itulah bagaimana Sienna mendapat infeksi.

Jelas saja Joddie khawatir sekali melihat kondisi putrinya. Apalagi sebelumnya dokter mengatakan bisa saja putrinya harus menjalani operasi. Kemudian dokter mengeluarkan nanah dari kaki Sienna dan memberinya obat antibiotik.

Kini balita itu sudah boleh pulang dari rumah sakit dan menjalani perawatan di rumah. Dari kasus putrinya, Joddie Thomas memperingatkan para orangtua agar memakaikan kaus kaki bila mencobakan sepatu baru di toko. Sepsis dikenal sebagai ‘pembunuh diam diam’ menyerang ketika sebuah infeksi seperti keracunan darah, mengalahkan respon daya tahan tubuh yang menyerang organ organnya sendiri.

Sepsis menyebabkan kematian yang tidak terhindarkan, membunuh sedikitnya 44.000 orang dalam setahun. Bila diketahui lebih awal, infeksi ini bisa dikendalikan dengan antibiotik, sebelum tubuh menjadi kewalahan, yang bisa memicu kematian dalam beberapa menit saja. Hanya saja, gejala awal bisa menjadi membingungkan dengan campuran kondisi lebih lainnya, yang berarti bisa sulit didiagnosa.

Sepsis serupa gejala flu, gastroenteritis, dan infeksi di dada. Gejala lainnya termasuk: meracau atau kebingungan, nyeri otot, tidak buang air seni seharian, kesulitan bernafas, terasa seperti anda akan mati, dan warna kulit berubah. Gejala pada anak anak adalah bernafas cepat, kejang atau sawan, kulit berbercak, membiru atau pucat, ruam tidak pudar ketika ditekan, lesu, dan merasa kedinginan yang tidak biasa.

1.100 Wanita dari Asia Tenggara ‘Dijual’ sebagai Istri ke China

Previous article

Sulit Menghentikan Kebiasaan Begadang? Simak 6 Tips di Bawah Ini

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *