Metropolitan

Aksi Perampok Bersenjata Api di Tangerang Terekam CCTV

Komplotan rampok beraksi di Kampung Pasir Kalong, Desa Cibadak, Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Jumat (8/11/2019). Menggunakan senjata api yang diduga mainan, komplotan dua orang itu masuk ke sebuah 24 jam dan mengancam karyawan. Tanpa disadari, aksi komplotan itu terekam closed circuit television (CCTV).

Pelaku yang belakangan diketahui berinisial MY (27) dan S (27), langsung meminta karyawan menunjukkan letak brankas penyimpanan uang sambil mengancam akan melepaskan timah panas jika tidak dituruti. Merasa terancam, MY dan S diantar ke lokasi penyimpanan brankas. Mereka menggasak uang sebesar Rp 39 juta dari brankas itu dan kabur menggunakan sepeda motornya.

Dari keterangan karyawan dan rekaman CCTV, Tim Resmob Satuan Reskrim Polresta Tangerang langsung melakukan penyelidikan. Berhasil diamankan di bilangan Pinang, Kota Tangerang. Sedangkan MY harus dikejar hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, saat penangkapan, MY berusaha melawan.

"MY terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas di bagian kaki lanran memcoba melaean dan melarikan diri saat akan ditangkap," ujar Ade dalam keterangan resminya, Selasa (12/11/2019). Setelah digali keterangannya, Ade mengatakan, MY dan S sudah melancarkan aksinya sebanyak dua kali. Lokasi lainnya berada di bilangan Kosambi, Tangerang. "Dari pengakuan tersangka, mereka melakukan aksi ini sebanyak dua kali di Cikupa dan Kosambi," ujarnya.

Sampai saat ini aparat masih mencari senjata api yang diduga mainan itu sebagai barang bukti. Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman lima tahun penjara. "Satu barang bukti masih kami cari, dan kedua pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman diatas 5 tahun penjara," jelasnya.

Pertamina Geothermal Energi Maksimalkan Potensi Panas Bumi yang Melimpah

Previous article

7 Juta Tunggangan Bernuansa Petualangan Keluaran Terbaru Mitsubishi Harga Mobil Xpander Cross Rp 267

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *