Travel

7 Fakta Unik Kimchi, Makanan Populer Korea Selatan yang Diklaim Bisa Buat Orang Awet Muda

Tujuh fakta untuk tentang kimchi, makanan yang paling populer di Korea Selatan. Sangking populer dan mempunyai banyak manfaat, kimchi juga sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda di Korea Selatan. Kimchi adalah makanan yang terbuat dari sawai putih dan lobak yang difermentasi dengan menggunakan air garam dan kemudian dibumbui dengan bubuk cabai dan bumbu lainnya.

Dibalik dari kepopulerannya tersebut, kimchi ternyata mempunyai banyak fakta unik dan menarik. Dilansir dari berbagai sumber, simak tujuh fakta unik tentang kimchi yang bisa kamu ketahui. Pada zaman dahulu, kimchi diucapkan oleh orang Korea dengan sebutan "Chim Chae" yang berarti sayuran yang direndam dan saat ini melafalkan kuliner inipun beragam seperti kimchee atau gimchi.

Kimchi tradisional difermentasikan di bawah tanah dengan menggunakan pot dan dibiarkan selama berbulan bulan, karena pada zaman dahulu banyak orang Korea tidak memiliki lemari pendingin. Pada awalnya kimchi disajikan berwarna putih karena tidak mengunakan bubuk cabai. Tetapi pada abad ke 18 bangsa Portugis memperkenalkan bubuk cabai pada masyarakat Korea.

Sehingga mulai saat itu, orang Korea menambahkan bubuk cabai ketika membuat kimchi. Kimchi sebagai makanan wajib orang Korea Selatan ini juga pernah dibawa sampai ke luar angkasa. Pada tahun 2008, seorang astonaut perempuan pertama Korea, Yi So Yeon membawa kimchi ke antariksa untuk diteliti.

Kimchi diketahui mengandung probiotik, mikroorginisme baik untuk tubuh salah satunya adalah lactobacili yang berkhasiat untuk melancarkan sistem metabolisme tubuh. Selain itu, bubu cabai yang digunakan untuk membuat kimchi juga kaya dengan nutrisi seperti vitamin A dan vitamin C yang berguna untuk mencegah kanker. Sebagai makanan yang disantap sehari hari oleh orang Korea, ternyata ada beragam jenis kimchi yang berbeda di seluruh dunia.

Saat ini tercatat ada lebih dari 187 jenis kimchi di dunia, tidak hanya terbuat dari sawi putih, tetapi ada juga yang membuat kimchi dari lobak dan jenis sayuran lainnya. Selain itu, pada pergantian musim orang Korea menyantap jenis kimchi yang berbeda. Pada musim semi, penduduk Korea mengkonsumsi pa kimchi (kimchi bawang), pada musim panas yang disantap adalah oi sobaga (kimchi mentimun.

Sedangkan pada saat musim gugur dan dingin, orang Korea biasa menikmati kimchi lobak. Sebagai makanan yang selalu tersedia baik sebagai makanan utama ataupun makanan pendamping, orang Korea sendiri sangat menyukai kimchi. Dalam setahun, rata rata orang Korea menyantap sekitar 18 kg kimchi.

Karena kepopulerannya, kimchi masuk dalam satu warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Sebagai kuliner yang selalu tersedia di berbagai restoran dan tempat makan Korea, ternyata Korea Selatan sendiri pernah mengalami krisis kimchi. Disebabkan oleh cuaca buruk pada tahun 2010, Korea mengalami krisis kimchi karena kurangnya ketersediaan bahan utama pembuatnya.

Sehingga harga kimchi pada saat itupun melonjak hingga enam kali lipat dari harga biasanya. Karena krisis kimchi ini juga, Pemerintah Korea Selatan mengimpor kubis besar besaran dari Tiongkok dan melakukan operasi pasar kubis. Selain mengandung probiotik, kimchi juga dipercaya bisa membuat kamu awet muda karena mengandung bahan yang bisa mencegah penuaan dini.

Diketahui menurut penelitian, kimchi juga bisa mengurangi resiko tertular dermatitis atopik sebesar 32 persen.

Waspadai Risiko Tekanan Darah Tinggi dan Trik Pengendaliannya

Previous article

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini, Kamis 5 September: Taurus Buat Iri, Pisces Cari Petualangan Baru

Next article
Nurofia F
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu.

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *